MUNGKID – Dampak hujan yang mengguyur berbagai titik di Kabupaten Magelang mulai dirasakan warga. Salah satu tebing di lereng Perbukitan Menoreh di Dusun Wonokriyo, Majaksingi, Borobudur, longsor. Jalan penghubung antardesa di wilayah itu pun sempat tertutup material longsoran.

Peristiwa ini bermula dari hujan yang turun pada Sabtu (24/9) petang . Tebing setinggi delapan meter dan lebar empat meter longsor dan menutup akses jalan Jagalan ke Suroloyo. Panjang longsoran sekitar 20 meter dengan ketebalan dua hingga 2,5 meter dan lebar jalan enam meter.

“Selain itu longsoran juga mengakibatkan satu motor tertimpa material. Motor terkena material saat melintas di jalan tersebut,” ujar salah seorang relawan, Yoga, kemarin (25/9).

Meski sempat terkena material, pengendara sepeda motor atas nama Suratman, 25, dapat menyelamatkan diri. Korban juga mendapatkan pertolongan dari warga setempat.

Setelah longsor, Minggu (25/9) pagi kemarin warga, relawan dan aparat, kerja bakti membersihkan lokasi kejadian. “Lokasi kejadian sudah terkendali, kerja bakti juga sudah dilangsungkan,” katanya.

Selain tanah longsor, bencana juga terjadi di Kecamatan Salam, persisnya di Sungai Jlegong, Desa Seloboro. Dampak dari peningkatan debit sungai, dua truk terjebak banjir. “Sungai Jlegong yang bermuara ke Kali Putih itu merendam dua truk pasir,” ungkap salah seorang warga, Habib Shaleh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Supranowo mengatakan, cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung hingga akhir November. Warga pun diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. “Versi BMKG, cuaca ini disebut kemarau basah,” katanya.

Menurutnya, dengan cuaca seperti ini maka berbagai potensi bencana alam akan muncul. Di antaranya tanah longsor, angin kencang, banjir lahar dingin dan banjir bandang. Beberapa potensi bencana ini tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang. “Saya imbau masyarakat waspada,” katanya. (ady/laz/mg2)