SLEMAN – Perilaku nyeleneh ditunjukkan oleh seorang pemuda Mario Adi Putera (MAP), 29 dengan mengoleksi pakaian dalam perempuan di kediamannya di Purwosari, Mlati, Sleman. Anehnya, ratusan bra dan celana dalam (cd) perempuan ini didapatkannya dari mencuri.

Dari informasi yang dihimpun, MAP sudah menjalankan aksinya sekitar setahun belakangan. Pakaian dalam itu dicuri dari berbagai lokasi yang ada disekitar tempat pelaku mengontrak.

Akhir petualangan MAP bermula saat menjalankan aksi di salah satu kediaman warga pada pukul 04.00 WIB. Salah seorang saksi yang ketika itu berada di luar rumah, memergoki pelaku sedang berada di samping kediaman. Curiga dengan aksi pelaku, saksi kemuad mendatangi untuk bertanya keperluan berada di samping rumah.

Ketika itu, pelaku mengaku sedang mencari teman di dalam kost-kostan. Namun saat ditanya siapa yang dicari, pelaku malah ketakutan dan berlari meninggalkan saksi.

“Saksi ini yang kemudian meneriaki maling pelaku,” ujar Kapolsek Mlati AKP Supriantoro kemarin (27/9).

Saksi bersama warga sekitar kemudian mengejar pelaku hingga hingga kediaman pelaku. Beruntung, pihak kepolisian segera datang mengamankan tersangka, sehingga aksi massa berhasil dicegah saat itu.

Dari tangan pelaku diamankan tujuh buah bra dan 10 cd. Namun saat dilakukan pendalaman dengan menggeledaah lemari pelaku didapati ratusan pakaian. Ratusan pakaian dalam yang jika ditotal jumlahnya mencapai 200 lebih itu dibungkus dalam plastik-plastik.

“Pelaku mengambil barang tersebut dari jemuran dan bak cucian,” jelasnya.

Selain ratusan pakaian dalam, kepolisian juga mengamankan alat bantu seks, puluhan bungkus pembalut dan juga sisa pembalut yang telah dipakai dan dibuang pemiliknya.

Supriantoro menyebut, pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan pakar kejiwaan untuk mengetahui psikologis pelaku. Karena dari pengakuan, pelaku merasa puas setelah melihat benda-benda yang dimiliki dan menjalankan aksi kriminalnya. Apalagi, pakaian dalam yang dicuri itu hanya untuk dikoleksi bukan untuk dijual.

“Saat ini kami belum bisa pastikan kondisi psikis pelaku,” terangnya.

Atas aksinya, pelaku dikenkan hukuman sesuai pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Meski berprilaku nyeleneh, pelaku tetap akan dikenakan proses hukum atas tindakannya. “Pelaku tidak gila dan secara fisik juga sehat,” jelasnya.

Hingga saat ini, ada lima perempuan yang telah melapor kehilangan pakaian dalam. Dari pengakuan pelapor, kerugian ada yang berkisar jutaan. Ini dikarenakan pakaian dalam yang dimiliki bermerk. (bhn/ong)