Gulat Coba Peruntungan di Kelas 130 Grego Putra

BANDUNG—Cabang olahraga taekwondo menambah lagi pundi-pundi medali Kontingen DIJ. Dua medali itu perak dari Okky Indera dan medali perunggu dari Sigit Adi Pratama yang berlangsung di Gymnasium UPI, Bandung, Jawa Barat.

Turun di kelas -68 kg putra, Okky menang dengan poin meyakinkan saat bertemu taekwondoin asal Kalimantan Utara, Jefry Sudibyo dengan 13-7. Kemenangan itu langsung menggiringnya ke babak semifinal. Bertemu dengan atlet asal Kalimantan Timur, Uria Dedy Blegur, Okky menang tipis 12-11.

Di babak final, atlet yang tergabung dalam pemusatan latihan (Puslatda) regular ini gagal meraih medali emas setelah kalah dari taekwondoin tuan rumah, Dinggo Ardian Prayogo. Okky harus puas dengan medali perak setelah kalah 4-16.

Sementara itu, Sigit yang turun di kelas -87 kg putra kalah tipis 8-9 dari taekwondoin asal Jawa Timur, Ahmad Saleh Mauladdawilah di babak semifinal. Gagal melangkah ke final, Sigit harus puas hanya membawa pulang medali perunggu.

Di hari kedua pertandingan, tim taekwondo DIJ sudah total sudah menyumbang tiga medali, yakni satu medali perak dan dua medali perunggu. Tim taekwondo DIJ masih mengincar medali emas dari dua kelas yang menjadi andalan, yakni Lia Karina Mansur yang akan turun di kelas -63 kg putri dan Fitriana Mansur yang kan turun di kelas -73 kg putri. “Tiga medali yang diraih jadi awalan yang baik untuk kami,”ujar Pelatih Taekwondo DIJ Wesley H Tauntu.

Sementara itu, cabor gulat masih menyisakan satu pegulatnya yakni Ibnu Pandu Sulendro yang turun di kelas 130 kg grego putra. Setelah dua pegulatnya gagal di babak pertama, Ibnu berpeluang besar untuk bisa membawa pulang medali hari ini. “Hasil drawing menguntungkan buat Ibnu. Main pertama dia akan bertemu dengan pegulat dari Kalimantan Selatan, satu kemenangan saja sudah membawanya ke babak final,”ujar Pelatih Gulat DIJ Andri Febri Prasetyo.

Dikatakan, satu kemenangan saja sudah menghasilkan satu medali perunggu dari Ibnu. Dirinya optimis Ibnu akan tampil maksimal, meski harus berjuang mati-matian. “Lawan terberat ya Kalsel, tapi saya yakin Ibnu mampu. Peserta di kelasnya hanya enam, lainnya DKI, Papua, Jabar, dan Kaltim,”ujarnya.(dya/din/mg1)