SLEMAN – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman tengah getol melakukan razia. Dalam razia yang digelar selama dua hari, Senin (26/9) dan kemarin (27/9) telah menjaring 17 siswa. Sebanyak delapan siswa terjaring pada hari pertama dan sisanya di hari kedua.

Kepala Disdikpora Sleman Arif Haryono mengungkapkan razia ini dalam rangka menertibkan para siswa. Terutama para siswa yang keluyuran pada jam pelajaran. Para siswa ini selanjutnya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi. “Kami panggil orangtuanya. Seperti yang terjaring di Godean, langsung kami serahkan ke Polsek Godean. Kita beri arahan disaksikan orangtua dan perangkat sekolah,” kata Arif.

Razia ini merupakan salah satu program Disdikpora. Tujuannya adalah untuk membangun karakter disiplin siswa. Seusai aturan, siswa memang dilarang berkeliaran di luar sekolah pada jam pelajaran.

Tindakan ini sekaligus wujud efek jera bagi para siswa. Termasuk mengantisipasi tindakan yang tidak terkait dengan pelajaran. Menurutnya siswa yang keluyuran pada jam pelajaran rentan melakukan tindakan yang tidak termonitor guru. “Berawal dari keluyuran lalu bisa saja melakukan perbuatan yang tidak baik. Saat siswa keluyuran juga lepas dari pengawasan sekolah. Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Beberapa siswa terjaring sedang berada di warung internet. Arif menjelaskan untuk penertiban warnet bukan domain Disdikpora Sleman. Hanya saja antisipasi dilakukan melalui sekolah-sekolah.

Sekolah yang berdekatan dengan warnet wajib melakukan langkah antisipasi. Salah satu dengan memperketat tata tertib di sekolah. Selain itu untuk menunjang pelajaran, setiap sekolah sudah selayaknya memiliki layanan internet. “Kalau warnet dalam rangka pembelajaran di sekolah ada koneksi internet. Ini merupakan akses sarana para siswa untuk belajar,” ujarnya.

Langkah antisipasi siswa membolos bisa diterapkan presensi pelajaran. Sehingga saat pergantian mata pelajaran setiap siswa wajib presensi. Langkah ini menurut Arif efektif mengantisipasi sisa yang membolos. “Jadi presensi jangan di awal pelajaran saja, setiap mata pelajaran wajib. Bisa saja saat mata pelajaran pertama, kedua dan ketiga siswa ada. Lalu di akhir mata pelajaran siswa membolos. Ini yang harus diantisipasi,” tegasnya.

Razia Disdikpora Sleman ini melibatkan Polres Sleman, BNNK Sleman, Satpol PP, dan humas Pemkab Sleman. Dalam setiap razia, tim dibagi menjadi tiga tim yang menyebar di seluruh kecamatan di Sleman. (dwi/din/mg2)