JOGJA – Tim pemeriksa kesehatan dan narkoba pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Jogja sudah menyelesaikan tugasnya. Tim juga sudah menyerahkan hasil pemeriksaan ke KPU Kota Jogja kemarin (28/9). Jika ada calon yang tidak lolos tes kesehatan dan narkoba, harus diganti.

Berkas hasil tes kesehatan yang diserahkan ke KPU terdiri dari empat dokumen. Masing-masing terdapat nomor rekam medis yang berbeda yakni atas nama Haryadi Suyuti, Heroe Poerwadi, Imam Priyono, dan Achmad Fadli.

Ketua tim pemeriksa kesehatan Dr Kiswarjanu maupun Direktur Utama RS Jogja drg Tuty Setyowati menolak menjawab pertanyaan wartawan seusai acara penyerahan berkas.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto mengatakan, hasil tes kesehatan dan narkoba sudah diterimanya, tapi pihaknya belum akan membuka laporan tersebut sebelum rapat pleno KPU Kota Jogja yang digelar hari ini (29/9).

“Baru akan kami bukan saat pleno besok (hari ini) dan dilanjutkan penyampaian hasil ke tim Paslon Jumat (30/9),” ujarnya kemarin.

Wawan mengaku belum tahu hasil tes kesehatan dan narkoba para paslon, tapi dia menegaskan sesuai aturan jika ada calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan, maka harus diganti. Seluruh kandidat harus memenuhi syarat sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba.

Masih ada kesempatan perbaikan hingga 4 Oktober 2016, untuk penggantian calon yang tidak memenuhi syarat. “Kalau ada yang tidak memenuhi harus diajukan calon pengganti, penggantinya juga tetap harus lolos tes kesehatan dan narkoba,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan pada Senin (26/9) dan Selasa (27/9) lalu juga bersifat mengikat. Sehingga tidak diperkenankan ada pemeriksaan pembanding, itu jika hasilnya dinilai tidak memuaskan pasangan calon. Terkait dengan tes narkoba dengan rambut oleh BNN, Wawan hanya mengatakan hasil yang diterimanya dari tim pemeriksa bersifat kumulatif. “KPU tidak melihat metodenya, yang kami terima kumulatif,” jelasnya. (pra/ila/ong)