JOGJA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ziarah ke makan Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, kemarin (28/9). Ziarah ke ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-71, 5 Oktober mendatang.

Ziarah ke makam pahlawan kali ini terasa spesial karena dilakukan tidak hanya oleh panglima TNI. Seluruh kepala staf angkatan ikut dalam ziarah ini. Tampak KSAD Jenderal TNI Mulyanto, KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Proses ziarah dimulai dengan upacara kemiliteran. Panglima TNI kemudian meletakkan karangan bunga di monumen TMP Kusumanegara, untuk selanjutnya menabur bunga pada pusara Jenderal Sudirman dan istri.

Gatot menyebut ini kali pertama ziarah makam dilakukan lengkap bersama berbagai elemen staf dan pimpinan di TNI. Ziarah sebagai bentuk peneladanan kepada seorang panglima yang pertama kali memimpin pasukan mengusir penjajah di Indonesia.

“Saya ziarah dengan staf dan kepala angkatan agar mengingatkan kembali bahwa kami semua mempunyai seorang panglima pertama yang patut jadi teladan dan harus dicontoh dalam mendekati rakyatnya,” jelas Gatot usai ziarah.

Kepada jajarannya Gatot mengingatkan bahwa sosok Jenderal Soedirman merupakan seorang pemimpin yang dekat dengan prajurit dan dekat dengan rakyat. Ke mana pun Jenderal Sudirman berada, selalu disambut rakyat.

Jenderal kelahiran Tegal ini mengingatkan kepada TNI untuk meneladani Jenderal Soedirman. Terutama keikhlasaan dalam berjuang dan membela tanah air. Meski berjuang di tengah penyakit paru yang menghinggapi, Pak Dirman tidak pernah pantang menyerah. “Tujuannya tetap berjuang hanya ingin menunjukkan bahwa tentara masih ada. Masih mampu membela bangsa,” jelasnya.

Selain ziarah ke TMP Kusumanegara, Gatot menjelaskan rombongan telah melakukan serangkaian ziarah seperti ke makam Presiden pertama Soekarno, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta ke makam Soeharto.

Dia menjelaskan kegiatan ziarah makam ini nantinya akan dijadikan kegiatan rutin tahunan. “Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan. Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tandasnya. (bhn/laz/ong)