SLEMAN – Babak 32 besar Liga Santri Nusantara (LSN) seri nasional 2016 digelar di Jogjakarta, 24-30 Oktober 2016. Dalam gelaran kompetisi sepakbola U-18 antarpondok pesantren ini, Jogjakarta diwakili Pondok Pesantren Nur Iman, Mlangi, Sleman.

Panitia pelaksana lokal Umarudin Masdar mengatakan, kompetisi LSN sudah dimulai sejak Agustus 2016 untuk babak penjaringan di 32 regional. Juara di masing-masing regional berhak ke 32 besar. Juara umum kompetisi yang digelar di tahun kedua ini akan memperoleh Piala Menpora RI.

“Saat ini sudah ada 31 tim yang hadir dengan total 1.032 peserta yang terdiri atas pemain, pelatih, manajer, official dan pengasuh ponpes. Juara di regional Maluku kemungkinan absen karena penerbangannya terhalang cuaca,” katanya kemarin (23/10).

Sekretaris Panitia Nasional LSN 2016 Khoirudin Abbas menyebutkan, dibandingkan gelaran pertama 2015 lalu, pada tahun ini mengalami lonjakan peserta yang sangat signifikan. Jika pada tahun lalu di babak penyisihan diikuti 198 tim, maka pada tahun ini melonjak menjadi 874 tim. “Kami memang menargetkan tidak hanya dari sisi kuantitas, namun juga ada peningkatan dari sisi kualitas,” ungkapnya.

Sementara itu Manajer Kompetisi LSN yang dikenal sebagai komentator pertandingan sepakbola M. Kusnaeni menuturkan, LSN adalah bagian dari tangga pembinaan sepakbola di usia muda yang dilakukan Kemenpora. Hal itu dilakukan untuk membantu PSSI sebagai solusi problem pembinaan usia muda yang ada saat ini.

“Indonesia sulit bersaing karena tidak ada basis pembinaan usia muda yang kuat. Kompetisi usia muda ini investasi karena itu dinilai sebagai cost. Karena cost center maka federasi kurang bersemangat. Berbeda dengan ISC yang orientasinya profit,” ungkap pria yang biasa disapa Bung Kus itu.

Pihaknya sangat optimistis dalam mengelola LSN tahun ini, sebab target sukses di bagian kuantitas dan kualitas optimis tercapai. Gelaran LSN sudah dikelola mendekati standar profesional. “Kami menyiapkan tujuh stadion. Sebanyak 31 tim dibagi ke 8 grup dengan sistem setengah kompetisi. Babak semifinal dan final akan digelar di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS),” jelasnya.

Bung Kus juga mengatakan, juara LSN 2015 dari Ponpes Nurul Islam Jember kemudian diikutkan dalam kompetisi Malindo Cup di Johor Baru Malaysia dan berhasil menggondol juara. Hal itu membuktikan hasil dari kompetisi itu tidak kalah di level ASEAN. Namun meskipun juara bertahan, Nurul Iman ternyata tidak lolos ke 32 besar karena ketatnya seleksi di babak penyisihan.

Selain itu, dalam kompetisi tersebut ada juga talent scout yang akan memantau pemain yang dinilai menonjol. Seperti di antaranya mantan pemain Robi Darwis, Ilham Jaya Kusuma serta Seto Nurdiantoro.

Sementara pembukaan kompetisi akan dilaksanakan Senin ini (24/10) pukul 19.00 di Stadion Sultan Agung Bantul. Direncanakan akan dibuka Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Pada penutupan 30 Oktober mendatang, Presiden Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi dijadwalkan hadir. (riz/laz/ong)