Pertunjukan Bertema Who’s the Superhero

SLEMAN – Hari menjelang sore, namun senyum dan kecerian anak-anak masih saja mengembang. “Ayo masuk kelas. Nanti kita terlambat,” ajak salah satu murid Budi Mulia Dua kepada beberapa rekannya.

Saat itu merupakan hari ketiga sebelum mereka tampil ke muka umum. Ya, mereka adalah anggota dari grup Orkestra BMD yang akan tampil di Grand Pasific, Sabtu (29/10) besok.

Pimpinan Produksi Orkestra BMD Iswiyanto mengungkapkan, tujuan dari pagelaran ini, memberikan apresiasi kepada anak- anak terutama yang mengikuti ektrakulikuler seni. Selain itu juga wujud dari pendidikan karakter yang dapat diterapkan di sekolah ataupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Ini adalah pestanya anak-anak. Selain itu juga upaya kami dalam memberikan pendidikan karakter lewat pesan moral yang ada dalam pertunjukan ini,” jelasnya, Rabu (26/10).

Diakuinya, menyampaikan pesan moral kepada anak bukan perkara mudah. Butuh metode khusus agar anak mudah mencerna dan memahaminya. Kondisi inilah yang coba dipahami oleh Yayasan Budi Mulia Dua. Lewat pembelajaran seni seperti seni musik dan pertunjukan, sekolah ini mencoba membuat gebrakan dalam konteks pembentukan moral. Caranya lewat pertunjukan orkestra.

Iswiyanto menuturkan, jika kebanyakan orkestra biasa hanya dikemas dalam balutan musik klasik. Pada orkestra BMD justru mengkolaborasikan antara musik dengan teater. “Ya mirip- miriplah sama drama musikal. Bedanya kalau drama musikal dominannya pada pertunjukan geraknya kalo ini musiknya,” katanya.

Nantinya orkestra ini akan dimainkan oleh 347 anak. Semuanya adalah murid BMD mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Mengambil tema Who’s the Superhero, pesan yang ingin disampaikan siapa superhero sebenarnya di kehidupan nyata.

“Selama ini mereka tahunya superhero itu ya superman, batman, catwoman, spiderman, pokoknya superhero yang ada di bioskop ataupun cerita di film-film barat. Padahal di kehidupan nyata superhero ini ada di sekililing kita. Misalnya ibu, bapak, guru, tukang kebun, tukang sampah, dan lain sebagainya,” terangnya.

Pesan inilah yang sebenarnya ingin BMD sampaikan. Tak sebatas itu, BMD juga ingin memberikan pendidikan karakter bagaiaman cara bersikap yang benar dengan superhero nyata ini.

Pagelaran Okestra ke-16 ini nantinya akan berdurasi selama 2,5 jam. Disutradarai oleh Budi Ngurah dan mahasiswa ISI Jogja, acara ini dibuka untuk umum dengan tiket masuk mulai Rp 150 ribu untuk platinum, Rp 100 ribu gold, Rp 75 ribu Silver hingga Rp 50 ribu untuk bronze.

“Kami berharap semoga acara ini dapat berjalan lancar serta dapat menghibur para penikmat okestra masyarakat umum ataupun wali murid,” tuturnya. (*/ila/mg1)