KULONPROGO – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kulonprogo menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam tahapan kampanye Pilbup 2017. Salah satunya pelanggaran zonasi pemasangan alat peraga kampanye (APK) dari kedua pasangan calon (paslon).

“Terkait temuan ini kami sudah merekomendasikan ke KPU. Ini kali kedua setelah sebelumnya kami merekomendasikan untuk pelanggaran APK sebelum masa kampanye dan sudah ditindaklanjuti,” ungkap Ketua Panwaslukab Kulonprogo Tamyus Rochman kemarin (31/10).

Dijelaskan, banyak sekali yang pelanggaran dari hasil laporan Panwascam, di antaranya, pemasangan rontek dengan cara dipaku di pohon. Terkait pelanggaran ini, pihaknya berupaya melakukan pendekatan kepada tim kampanye masing-masing paslon.

Namun, pelanggaran juga banyak dilakukan oleh para relawan dan simpatisan. “Saya berharap tim paslon bisa mengendalikan relawan dan simpatisan agar tidak melanggar AKP, karena itu bisa merugikan paslon itu sendiri,” jelasnya.

Pemasangan rontek banyak ditemui di wilayah Kecamatan Wates dan Panjatan, selain itu juga banyak yang melanggar zonasi. Terkait pelanggaran zonasi, salah satu penyebabnya sosialiasi yang belum maksimal.

“Karena sosialisasi saya nilai cukup mendadak. Sebetulnya sejak awal kami sudah menyarankan KPU melakukan penetapan zonasi jauh hari, sehingga wajar jika banyak ditemukan yang melanggar,” lanjutnya.

Kegiatan kampanye juga ada indikasi pelanggaran, tepatnya saat paslon dihadirkan, bukan kampanye yang dilakukan tim kampanye. “Dalam kajian kami ada kasus pembagian door prize. Itu kan tidak boleh jika yang memberikan tim paslon. Kalau yang mengadakan masyarakat, akan kami kaji. Dalam aturan jelas, sumbangan dalam bentuk uang tidak boleh. Barang juga ada batasan, makismal Rp 25 ribu per buah,” tandas Tamyus. (tom/laz/ong)