RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman mendukung pengembangan Lava Bantal sebagai objek wisata baru. Lava Bantal dinilai potensial menjadi objek wisata geowisata edukasi. “Lokasinya mudah diakses dari Jalan Raya Jogja-Solo,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Shavitri Nurmala Dewi kemarin (25/11).

Dua hari sebelumnya Shavitri bersama anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) datang ke Lava Bantal di Desa Kalitirto, Berbah, Sleman.

Mereka ikut serta melakukan uji coba tubing atau wisata air arus menggunakan ban. Uji coba melibatkan 25 orang pioner. Jarak tempuh sejauh 2 km dan memakan waktu 60 menit. Waktu tempuh diperkirakan bisa lebih lama bila arus Sungai Opak ada di bawah standar.

Dari percobaan tubing itu Shavitri menilai masih banyak yang harus disempurnakan. Khususnya terkait keselamatan, infrastruktur, dan asuransi.

Pihaknya siap mendukung pengembangan objek wisata tubing Lava Bantal tersebut. Bahkan dia berpikir dipaketkan dengan wisata kawasan Candi Prambanan. “Ini akan lebih memiliki daya tarik,” katanya. Terkait bentuk dukungan, Disbupar Sleman dalam waktu dekat memfasilitasi pelatihan bagi pemandu wisata.

Di sisi lain, sejalan dengan peluncuran tubing Lava Bantal itu, BPPS juga menginisiasi pembentukan Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis) Desa Kalitirto. “Kawasan Lava Bantal sangat ideal dipasarkan sebagai tujuan wisata edukasi,” ujar Ketua BPPS Guntur Eka Prasetya.

Keberadaan pokdarwis, kata Guntur, menjadi representasi masyarakat setempat bekerja sama dengan Kelompok Tirta Wisata selaku operator wisata tubing Lava Bantal.

Guntur menambahkan, setiap produk objek wisata harus bersinergi dengan masyarakat setempat. Itu agar mereka ikut handarbeni atau merasa memiliki karena mendapatkan manfaat. Terutama ikut membantu meningkatkan kesejahteraan warga. “Selebihnya peran pemerintah penting sebagai pemangku kebijakan,” ungkap Guntur.

Terkait pengembangan tubing Lava Bantal, saat ini secara swadaya disiapkan sedikitnya 100 set peralatan tubing. Lengkap dengan standar keamanan wisata arus air.Usai pelatihan pemandu wisata, BPPS bakal mengadakan peluncuran awal atau soft launching objek wisata baru tersebut. “Kami luncurkan pertengahan Desember sehingga dapat menjadi alternatif wisata liburan akhir tahun,” terangnya. (kus/din/ong)