RADARJOGJA.CO.ID – Banjir masih melanda Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya di Kecamatan Saptosari. Genangan air merendam SMPN 3 Saptosari.
Hujan terus turun sejak Senin (28/11). Puncaknya Rabu (30/11), di mana genangan air setinggi lutut orang dewasa. Praktis, kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu.

“Akibat tergenang banjir sedalam satu meter, kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara. Jika tidak juga surut, ujian akhir semester (UAS) besok (Kamis, 1/12) dilaksanakan di kantor balai desa,” kata Kepala SMPN 3 Saptosari Agus Supardiyono, Rabu (30/11).

Akibat banjir kiriman hampir seluruh aktivitas belajar dan mengajar lumpuh. Seluruh siswa terpaksa dipulangkan untuk belajar di rumah. Ujian akhir sekolah (UAS) yang sedianya dilaksanakan kemarin ditunda.

“Sesuai jadwal dalam program pembelajaran semester besok, seluruh siswa menempuh ujian akhir semester ganjil. Rencana awal pelaksanaan UAS kami geser ke balai desa. Kami lihat besok seperti apa,” ujarnya.

Salah seorang siswa SMP 3 Saptosari Irvan Noverdi mengatakan, akibat banjir sekolah meliburkan seluruh siswa sejak Senin (29/11) hingga Rabu (30/11). Akibatnya, persiapan siswa menghadapi ujian akhir semester menjadi terganggu.

“Banjir bukan kali ini saja. Seingat saya sudah dua kali ini banjir terjadi. Setiap banjir terjadi, sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar,” kata Irvan Noverdi.

Karena banjir hampir terjadi di setiap musim penghujan, pihaknya berharap agar sekolah mempertimbangkan kemungkinan menggeser letak bangunan. Dengan begitu, pelajar tidak lagi dihantui persoalan yang sama di setiap tahun.

“Semoga banjir sekarang bisa airnya segera surut, supaya kami bisa belajar kembali,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengakui, lokasi SMP 3 Saptosari berada di area lembah dengan luweng (saluran air) bawah tanah.

“Kami tengah melakukan kajian untuk itu bersama Bappeda dan PU untuk mengetahui memindah sekolah,” kata Bahron.(gun/hes)