RADARJOGJA.CO.ID-Himbauan dari Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah agar warganya tak mengikuti Aksi 212 di Monas, Jakarta ternyata tak mempan. Apalagi, warga Muhammadiyah DIJ banyak yang protes ke Pengurus Wilayah (PW) DIJ agar memberangkatkan warganya.

Akhirnya, kemarin (1/12) pagi, PW Muhammadiyah DIJ memberangkat sekitar 500 warganya. Mereka ini berangkat dengan menggunakan tujuh armada bus wisata dan beberapa mobil pribadi dari Masjid kompleks Kantor PWM DIJ.

Ratusan warga Muhammadiyah ini pun tak mengenakan atribut ormas Islam terbesar itu. Mereka memilih menggunakan atribut Laskar Fastabiqul Khoirot.

Komandan KOKAM PWM DIJ Darojat mengatakan, Laskar Fastabiqul Khoirot ini untuk membela agama Islam. Ia pun meminta anggota laskar untuk tetap dalam satu barisan dan satu komando. “Niat kita hanya satu tetap dijalan Alloh,” katanya.

Ketua PWM DIJ Gita Danupranata mengatakan, PWM tunduk himbauan PP Muhammadiyah untuk tidak ikut aksi 212. Tapi, saat melihat kesungguhan kader Muhammadiyah yang luar biasa, ternyata banyak sekali warga Muhammadiyah yang ingin ke Jakarta dengan biaya sendiri.

“Ini luar biasa. Karena baru yang berangkat dari sini (Masjid PWM). Yang berangkat sendiri-sendiri dikoordinir lembaga lain juga masih banyak,” tandasnya.

Gita pun mengapresiasi langkah warga Muhammadiyah ini. Hanya saja pihaknya menghimbau agar warga Muhammadiyah yang ke Jakarta tidak menggunakan atribut Muhammadiyah. Menurutnya, ini adalah bagian dari partisipasi warga Muhammadiyah untuk ikut membela Islam.

“Saya dikomplain karena secara organisasi Muhammadiyah tidak ikut aksi. Tetapi kenyataanya warga Muhammadiyah DIJ dengan niat dan biaya sendiri rela ikut aksi ke Jakarta. Saya tidak bisa berbuat apa-apa ini luar biasa,” ujarnya. (pra/eri)