RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Keseriusan Pemkab Bantul mendorong Pemerintah Desa mulai membuahkan hasil. Buktinya, hingga November 2016 ini ada sebanyak 25 desa yang sudah membentuk BUMDes aktif dan produktif. Ke-25 desa tersebut adalah Desa Panggungharjo Sewon, Palbapang Bantul, Tirtonirmolo Kasihan, Dlingo Dlingo, Girirejo imogiri, Argorejo Sedayu, Tirtohargo dan Tirtosari Kretek, dan Sumberagung Jetis.

Kemudian Desa Panggungharjo Sewon, Sendangsari Pajangan, Gadingsari Sanden, Sidomulyo Bambanglipuro, desa Dlingo Dlingo, Girirejo Imogiri, Wonokromo Pleret, Bangunharjo Sewon, dan Srimartani Piyungan.

“Desa yang belum ada BUMDes diharap segera membentuk karena sudah ada Perda yang mengatur, artinya sudah diberi dana yang masuk di ADDes,” kata Plt Ass Pemerintahan Bambang Guritno saat menyambut rombongan tamu dari Pemkab Bengkulu Utara, Jumat (25/11).

BUMDes tersebut bergerak di bidang simpan pinjam, pengelolaan sampah, persewaan alat, industri kerajinan tangan, serta desa wisata. Kantor PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) terus melakukan pembinaan, termasuk pendampingan dari sisi peraturan. Bahkan, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi dan pemahaman BUMDes yang disesuaikan dengan perda BUMDes terbaru. Pendampingan ini diberikan kepada desa yang sudah ada BUMDes maupun desa yang baru akan membentuk.

“Dana yang diberikan untuk BUMDes, masing-masing desa tidak sama nilanya, tergantung pada besar kecinya usaha. Tahun 2016 ada dana stimulan sebesar 25 juta untuk masing-masing BUMDes. Kali ini diberikan kepada 5 desa, yaitu Dlingo, Girirejo, Wonokromo, Banguntapan dan Srimartani,” papar Bambang.

Diantara BUMDes tersebut, BUMDes Panggungharjo merupakan yang terbesar. Padahal, usaha itu baru dimulai 2015 lalu. Namun, telah memberikan hasil PAD desa sebesar Rp 80 juta per bulan.

“Alhamdulillah BUMDes desa Panggungharjo aktif dan produktif, bisa memberikan hasil PAD desa. Saat ini penghasilab per bulan 80 juta, dan asetnya sebesar 860 juta. Usaha yang dijalankan yaitu pengelolaan sampah, produksi sampah organic, gerai desa, kerajinan, persewaan ruko, pengolahan tanah kas desa serta SPBU. Dengan adanya BUMDes bisa jadi wadah silaturohmi warga dan juga berkontribusi dalam kesejahteraan bersama,” kata Kepala desa Panggungharjo, Wahyudi. (mar)