RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) punya target khusus dalam prioritas pembangunan fisik 2017. Lembaga pimpinan Nurbandi itu akan fokus pada infrastruktur yang ramah bagi kaum disabilitas. Setidaknya, itu menjadi proyek monumental di penghujung karier Nurbandi yang memasuki masa pensiun akhir tahun ini.

Kasi Perumahan Formal, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Sleman M. Nur Rohmawardi mengakui pembangunan infrastruktur belum ramah disabilitas. Terutama gedung-gedung dan akses publik yang terdapat di lingkungan kantor Pemkab Sleman.

Dikatakan, akses khusus bagi penyandang difabel belum optimal. Jikapun tersedia belum menyentuh seluruh instansi pemerintahan. Apalagi fasilias umum.

Karena itulah, program pembangunan 2017 dikonsentrasikan untuk aksesibilitas kaum difabel. “Rencana ini sudah masuk anggaran APBD 2017. Masuk pada pos pekerjaan rembug warga,” katanya dalam sebuah diskusi di aula Kantor Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (Badan KBPMPP) Sleman kemarin (29/11).

Kelik, begitu sapaan akrabnya, juga mendorong agar aksesibilias di tingkat pedesaan juga ramah disabilitas.

Langkah awal, pihaknya akan melakukan pendataan kawasan permukiman yang belum ramah disabilitas. Dengan melibatkan perwakilan masyarakat. “Selama ini pembangunan memang hanya secara umum. Fasilitas disabilitas sebatas sebagai pendamping. Padahal seharusnya akses disabilitas yang diutamakan,” tegasnya.

Kelik lantas membandingkan dengan kondisi infrastruktur di negara-negara tetangga. Menurutnya, hampir seluruh fasilitas publik memiliki akses khusus bagi disabilias. Mulai penataan jalan hingga fasilitas penunjang.

“Sebenarnya agak terlambat tapi kami tetap akan melibatkan teman-teman disabilitas. Terutama untuk perancangan akses publik ke depannya,” tekad dia.

Wakil Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia PPDI Kabupaten Sleman Doddy Kaliri berharap akses publik bagi kaum difabel segera terpenuhi. Terutama dengan adanya pengesahan raperda terkait disabilitas di Sleman.

Doddy apresiatif dengan Dinas PUP yang turut terlibat dalam diskusi publik demi kepentingan penyandang disabilitas. “Setahu kami, akses publik disabilitas belum menjadi prioritas. Hanya berjalan baik di kawasan Pemkab Sleman,” bebernya. (dwi/yog/ong)