RADARJOGJA.CO.ID-Namanya memang kalah mentereng dengan Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto. Tapi, bagi publik Jogjakarta, Seto merupakan legenda hidup yang selalu ada di hati karena kiprahnya di dunia kulit bundar.

Pelatih PSS Sleman ini telah lama malang melintang di dunia sepakbola. Ia merupakan ukuran bagi pemain bola di DIJ bisa sukses. Ini tak lepas dari peran pentingnya kala membela Timnas meski tak sampai menjadi langganan.

Seto menjadi pemain timnas saat Nandar Iskandar dan Dananjaya mengarsiteki Timnas. Ini terjadi tahun 2000 saat menghadapi gelaran Piala Asia dan Piala AFF. Selama membela Timnas, Seto pun mendapatkan tanggung jawab sebagai kapten selama 14 kali.

Nah, saat membela Timnas diajang Piala AFF 2000 itu Seto mampu memberikan peran penting. Ia berhasil membangkitkan semangat rekan-rekannya untuk menjungkalkan Vietnam.

Peristiwa itu terjadi saat laga semifinal yang belum menggunakan home and away, di Stadion Rajamangala Thailand, berkedudukan 1-1. Seto yang mendapatkan umpang matang Gendut Doni mampu membalikkan keadaan di menit 75. Gol Seto itu akhirnya menjadi pelecut Timnas yang akhirnya menutup laga menjadi 3-2. (eri/dem)