RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Persoalan parkir di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) selalu terulang setiap tahun. Keluhan yang banyak disuarakan apalagi jika bukan terkait tarif parkir yang tinggi dan tidak sesuai peraturan.

Sejak awal PMPS 2016 dibuka, di media sosial sudah ramai memposting foto tiket parkir. Di antaranya tarif parkir motor yang mencapai Rp 5.000 dan mobil hingga Rp 10.000 untuk sekali parkir.

Karcis parkir yang dipakai pun tidak sesuai karcis resmi dari Pemkot Jogja. Bahkan ada yang mencantumkan logo Keraton Jogja. Padahal berdasarkan Perda Kota Jogja No 5/2012 tentang Retribusi Jasa Umum, retribusi satuan ruang parkir tidak tetap untuk kendaraan roda empat dan roda tiga hanya Rp 3 ribu. Sementara kendaraan roda dua ditarik tarif Rp 2 ribu.

Tapi sepertinya belum ada solusi untuk hal itu. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Wirawan Hario Yudho berkilah, berdasar Perwal Jogja Nomor 52/2012 tentang Pelimpahan sebagian Wewenang kepada Camat, parkir insidentil di PMPS ditangani oleh kecamatan.

Kewenangan Dishub Kota Jogja hanya mengawasi kantong parkir reguler di luar tepi jalan umum dan kantong parkir insidentil. “Ya Memang seperti itu. Jika diundang Polrestabes Jogja untuk klarifikasi parkir yang langgar aturan, kami akan menjawab seperti itu,” ungkapnya kemarin (30/11).

Tapi diakuinya tarif yang diberlakukan para tukang parkir di PMPS 2016 saat ini menyalahi aturan di Perda yang mengatur tentang tarif parkir insidentil. Terkait hal itu, Wirawan mendukung jika harus dilakukan penertiban. “Akan kami koordinasikan untuk melakukan evaluasi di tingkat pemkot, timnya ada dari Disperindagkoptan,” tuturnya.

Langkah tegas juga akan dilakukan Plt Wali Kota Jogja Sulistyo yang mengaku akan membentuk petugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) untuk menelusuri hal itu. Sulis menegaskan tidak akan main-main, termasuk jika ada PNS yang terlibat, akan ditindak tegas.

“Kami akan tegur pihak kecamatan karena tarif yang ditetapkan tidak sesuai. Kalau ada oknum yang bermain di sana, kami tindaklanjuti,” tegas Sulistyo. (pra/laz/ong)