Banjir juga terjadi di salah satu sekolah di Gunungkidul. Banjir kiriman melanda SMPN 3 Saptosari dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya, salah satunya karena lokasi sekolah berada di area rendah, sehingga saat hujan datang air menggenang dalam jumlah besar.

Seperti di Kecamatan Saptosari, genangan air merendam SMPN 3 Saptosari. Hujan terus mengguyur sejak Senin (28/11) lalu, dan puncaknya kemarin (30/11) genangan air setinggi lutut orang dewasa. Praktis, kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi terganggu.

“Akibat tergenang banjir sedalam satu meter kegiatan belajar mengajar terpaksa kami hentikan sementara. Jika tidak juga surut Ujian Akhir Semester (UAS) yang dilaksanakan besok (hari ini) akan dipindah ke kantor balai desa,” kata Kepala SMPN 3 Saptosari Agus Supardiyono kemarin.

Dikatakan, akibat banjir kiriman itu, seluruh aktivitas KBM lumpuh. Seluruh siswa terpaksa dipulangkan untuk belajar di rumah. “Padahal sesuai jadwal dalam program pembelajaran semester besok (hari ini) seluruh siswa akan menempuh ujian akhir semerter ganjil. Kami lihat besok (kondisinya) seperti apa,” ujarnya.

Salah seorang siswa SMPN 3 Saptosari Irvan Noverdi, mengatakan, sebenarnya banjir bukan kali ini saja terjadi. Seingatnya, sudah dua kali ini banjir terjadi. “Setiap banjir terjadi, sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar,” kata Irvan.

Karena banjir hampir terjadi pada setiap musim penghujan, pihaknya berharap agar sekolah mempertimbangkan kemungkinan menggeser letak bangunan. Dengan begitu, pelajar tidak lagi dihantui dengan persoalan yang sama setiap tahun. “Semoga banjir yang terjadi sekarang airnya segera surut, supaya kami bisa belajar kembali,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengakui, lokasi SMPN 3 Saptosari memang berada di area lembah dengan luweng (saluran air) bawah tanah. “Kami sedang melakukan kajian bersama Bappeda dan PU. Kalau bisa memindah sekolah,” kata Bahron. (gun/ila/ong)