RADARJOGJA.CO.ID- Kuasa hukum tersangka korupsi pengadaan tanah Badan SAR Nasional (Basarnas) DIJ Waluyo Raharjo Deddy Suadi mempertanyakan keputusan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati)DIJ. Penetapan kliennya sebagai tersangka dianggap tak sesuai. Terlebih, dalam pengungkapan korupsi senilai Rp 5,8 miliar itu, kliennya sebagai pelapor.

“Klien kami ini kan yang melaporkan ke kejaksaan jadi tidak tepat bila dijadikan tersangka,” jelasnya.

Ia menyatakan, penetapan kliennya sebagai tersangka sangat tidak tepat. Yang juga harus diperiksa adalah pejabat pembuat komitmen. Sebagai kepala Basarnas DIJ, kliennya tidak tahu proses pembelian seperti tersebut. (bhn/eri)