RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Sepekan jelang turun di perempatfinal ISC-B, PSS Sleman terus mempersiapkan diri. Termasuk mengasah kemampuan tim dalam melakukan penyelesaian akhir. Ya, sebab lawan Busari dkk di Stadion Bumi Kartini, Jepara pekan depan adalah Perserang Serang, Banten. Sebab, anak asuh Babay Karnawi itu dikenal memiliki pertahanan gerendel yang sulit ditembus lawan.

Karena itu, dalam pertandingan uji coba melawan PSS U-17, sore ini di Stadion Tridadi, Sleman, eksekusi di kotak penalti lawan menjadi masalah urgen Laskar Sembada. Sebab jika ditilik dalam fase 16 besar lalu, PSS beberapa kali sulit mencetak gol dan hanya menang dengan skor tipis. Bermain dengan saudara mudanya, bisa menjadi momentum PSS mengembalikan produktivitas dan naluri serangan.

Kondisi tersebut yang sebenarnya juga diinginkan saat beruji coba dengan Bhayangkara FC U-21, Sabtu (26/11) lalu. Namun ternyata malah tim tamu yang merepotkan pemain-pemain PSS, terutama di babak pertama. Anak asuh Nova Arianto sempat beberapa kali menembus pertahanan PSS meskipun lemah saat penyelesaian akhir.

Sehingga, melawan anak asuh Sunaryata, bisa dimanfaatkan Kito Chandra dkk mengasah kemampuan membangun skema penyerangan sejak lini tengah hingga depan. Hal itu juga yang beberapa kali terlihat dalam sesi latihan PSS Sleman di Lapangan Mino, Sleman. “Kami memang masih perlu lawan uji coba, namun yang tidak terlalu berat. Terutama di bawah kami agar bisa melatih feeling dan aliran bola,” kata pelatih PSS Seto Nurdiantoro, kemarin.

Sebelum melawan Bhayangkara FC U-21, PSS telah berlatih tanding dengan klub lokal PS Mino. Saat itu menurut Seto aliran bola, kerjasama dan transisi dari bertahan-menyerang sudah berjalan baik. Sehingga dengan lawan setingkat lebih berat pola permainan tersebut masih bisa berjalan. “Kami ingin permainan saat lawan Mino. Artinya aliran bola dan skema permainan berjalan seperti itu,” imbuhnya.

Bermain di Stadion Tridadi menurut Seto juga sebagai salah satu adaptasi lapangan. Sebab di Jepara nanti kondisi lapangan berbeda dengan Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS). Kondisi rumput lebih tipis. Namun untuk adaptasi latihan malam, seperti jadwal PSS di 8 besar nanti memang sulit direalisasikan. Sebab sewa stadion dengan penerangan lampu tentu memakan banyak biaya. “Kalau untuk itu (latihan malam, Red) kami dulu sebenarnya pernah. Mudah-mudahan pemain masih bisa menyesuaikan dan feeling-nya tidak hilang. Sebab sewa lapangan mahal,” bebernya.

Mengenai PSS U-17, meskipun gagal lolos putaran nasional Piala Suratin, namun organisasi dan kerjasama pemainnya telah terbentuk. Terbukti dalam babak penyisihan sebelumnya, mereka mampu mengalahkan PSIM U-17 4-0. PSIM U-17 saat ini melaju ke 8 besar Piala Suratin 2016. Saat itu empat gol yang dicetak oleh PSS U-17 ke gawang PSIM U-17 masing-masing dicetak oleh Tata Gustafiah di menit ke-15, Amal Dani di menit ke-39, serta dua gol dari Dimas Reda di menit ke-41 dan ke-60. (riz/din/ong)