RADARJOGJA.CO.ID-Tak rasional. Itulah hal yang terungkap dalam pemeriksaan tersangka korupsi Kepala Badan SAR Nasional DIJ Waluyo Raharjo di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ, Kamis (1/12) lalu. Tersangka korupsi pembelian tanah Basarnas di Gunungkidul senilai Rp 5,8 miliar mengakui, dijanjikan memdapatkan komitmen fee Rp 1,5 miliar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Azwar menjelaskan, dari pengakuan Waluyo terungkap ada kesepakatan antara tersangka lain Dias Ardiyanto dengan Waluyo. Dealing tersebut, mengenai komitmen fee yang mencapai 25 persen dari harga beli tanah sebesar Rp 5,8 miliar. “Tersangka mengakui menerima fee Rp 160 juta dari tersangka lainnya Dias Ardiyanto,” jelasnya.

Dia menjelaskan, secara umum pertanyaan yang diajukan oleh penyidik lebih pada tugas tersangka sebagai Kepala Basarnas DIJ. Termasuk penganggaran keuangan yang digunakan untuk membeli tanah di Gunungkidul senilai Rp 5,8 miliar.

Waluyo disangka telah menerima dari Dias sebesar Rp 160 juta sebagai komitmen fee yang secara keseluruhan akan dibayar sebesar Rp 1,5 miliar.

“Kami juga tanyakan kepada tersangka, kenapa Dias ini muncul, padahal bukan pemilik tanah yang sah,” jelasnya.

Seperti diketahui, kasus korupsi ini mencuat karena uang Rp 5,8 miliar untuk pembelian lahan 6.000 meter persegi justru dibawa lari oleh tersangka Dias. Setelah uang dibayarkan, Basarnas tidak mendapatkan lahan yang diberikan.

Saat ini proses penyidikan terhadap Dias sendiri juga tengah berlangsung. Sebab ada dugaan, tersangka Dias juga melakukan penipuan kepada orang lain. “Dias ini menggunakan uang untuk menutupi utang. Namun, kemana uang itu digunakan masih akan ditelusuri,” jelasnya. (bhn/eri)