RADARJOGJA.CO.ID-Aksi Bela Islam 212 tidak hanya dilangsungkan di Tugu Monas Jakarta. Berbagai organisasi Islam turun ke jalan Magelang menyuarakan aspirasi terkait kasus dugaan penistaan agama. Ratusan perwakilan ormas yang tergabung Sekber Front Aliansi Umat Islam Bersatu datang dari beberapa daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta.

Berbagai omas Islam yang turun ke jalan diantaranya dari Temanggung, Kota dan Kabupaten Magelang, Salatiga dan Sleman (Jogjakarta). Mereka mengawali aksi dengan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Kauman, Kota Magelang. Setelah itu massa berorasi di depan Patung Kuda Diponegoro Alun-alun Kota Magelang. Beberapa perwakilan ormas Islam menyampaikan pendapatnya masing-masing.

Kemudian, massa berjalan kaki menuju Kompleks Akmil melalui Jalan Pemuda, Kota Magelang. Sampai di Tugu Adipura, massa sempat diblokade beberapa truk militerNamun setelah melalui negosiasi akhirnya diperbolehkan melintas ke Akmil sebelum menuju titik demo selanjutnya.

“Mari kita menjadikan Magelang saat ini gelombang takbir,” ujar salah satu perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Magelang Mansur saat orasi.

Ia mengatakan, aksi ini bertujuan bukan untuk anarkis. Namun merupakan aksi damai menuntut kasus penistaan agama diusut hingga tuntas. HMI akan mengawal kasus ini sampai ke pengadilan dan sampai vonis.

“Kita tidak benci cina, kita tidak benci orang non muslim. Tapi kita benci Ahok. Orang ini membahayakan keutuhan NKRI,” jelasnya.

Ia pun berharap kasus dugaan penistaan agama bisa digelar dipersidangan dengan seterang-terangnya. Dengan demikian, kasus penistaan agama tidak kembali terjadi di Indonesia. (ady/dem)