RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – PSS Sleman menghadapi saudara mudanya (PSS Sleman U-17, Red) dalam pertandingan uji coba di Stadion Tridadi kemarin (2/12). PSS Sleman menang 3-0. Tiga gol dicetak Andi Sandria di babak pertama dan dua gol di babak kedua diceploskan Risky Novriansyah dan Dave Mustaine.

Hasil tersebut tidak terlalu disorot tim pelatih. Namun proses permainan dan terjadinya gol yang menjadi perhatian. Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengatakan, dengan lawan yang jelas-jelas di bawah level pemainya, kemenangan tersebut adalah hal biasa. Pressing pemain lawan juga sangat longgar sehingga pemainya lebih leluasa menguasai permainan.

Ia mengapresiasi proses terjadinya tiga gol PSS yang berasal dari skema terbuka sejak lini tengah. Timnya mampu membangun serangan dan kerjasama mulai gelandang, sayap sampai dengan lini depan. “Aliran bola, kerjasama itu yang kami lihat. Dengan mencetak gol dari open play berarti ada hasil positif dari latihan selama ini,” katanya setelah pertandingan.

Upaya membongkar pertahanan lawan menjadi penting, sebab Perserang, calon lawan PSS di 8 besar kerap membuat frustasi lawan. Karena itu, PSS dituntut kreatif dan punya banyak opsi skema penyerangan. Tidak hanya itu, Seto juga akan mengoptimalkan skema mencetak gol dari bola-bola mati. Itu bisa menjadi senjata apabila proses penyerangan buntu menemui tembok pertahanan lawan.

Terbukti Seto meminta pemain melakukan simulasi tendangan penalti setelah pertandingan tersebut. Sebab pertandingan 8 besar nanti menggunakan sistem gugur yang tidak menutup kemungkinan laga berakhir imbang di waktu normal. Meskipun biasanya saat adu penalti faktor mental yang lebih dominan, namun skil dan kemampuan adu penalti perlu diasah.

“Kami maksimalkan semua upaya untuk menang. Baik dari open play maupun bola mati. Termasuk adu tendangan penalti. Agar pemain lebih punya bekal kepercayaan diri,” imbuhnya.

Meskipun menang besar, Seto melihat masih ada beberapa kesalahan elementer yang kerap dilakukan pemainnya. Seperti salah umpan, komunikasi dan kerjasama di lini depan. Ia berharap saat pertandingan nanti hal tersebut bisa diminimalisir. “Kalau pertandingan nanti harus lebih disiplin, cermat dan hati-hati. Sebab dampaknya bisa fatal jika di laga resmi,” paparnya. (riz/din/ong)