RADARJOGJA.CO.ID-Penangkapan 10 tokoh nasional jelang Aksi 212 lalu menuai kecaman dari pakar hukum tata negara UII Prof Mahfud MD. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mendesak polisi segera melepaskan 10 orang terduga makar.

Sebab, sampai saat ini, polisi tak menjelaskan ke publik bukti dugaan makar tersebut. “Kalau memang makar nanti diumumkan saja apa langkah-langkahnya. Kalau tidak, ya, segera dilepaskan. Penindakan harus transparan,” tegas salah satu anggota Parampara Praja DIJ ini.

BACA juga: Rencana Duduki MPR Turunkan Presiden, Mahfud: Mereka Mungkin Tidak Paham
Mahfud menegaskan, ada kabar bahwa Kamis Rahmawati Soekarno Putri dan kawan-kawan akan menduduki MPR RI untuk memaksa majelis menggelar sidang istimewa. Jika ini dilakukan tidak bisa dikategorikan makar.

“Namun jika langsung menduduki dan memaksa itu tidak ada dalam konstitusi. Sebaliknya, kalau MPR menerima dan melakukan sidang, MPR-lah yang bisa dikatakan makar,” jelas tokoh nasional yang kini berdomisili di Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Seperti telah diketahui, usai memberikan keterangan pers rencana untuk menduduki MPR. Mereka adalah Sri Bintang Pamungkas (SBP), Rachmawati Soekarnoputri, Brigadir Jenderal Aditya Warman, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zein, Ahmad Dhani, dan Ratna Sarumpaet. (dya/eri)