RADARJOGJA.CO.ID-Sedikitnya sembilan desa di tiga kecamatan terendam air akibat hujan lebat. Ketinggian air bervariasi dari 20 -70 centimeter. Proses surutnya air butuh waktu lama dikarenakan ketinggian air sama dengan saluran sungai yang meluap.

Kecamatan Butuh menjadi wilayah yang paling banyak terendam. Terdapat lima desa yakni Wironatan, Kedungagung, Rowodadi, Kedungsri, dan Kedungmulyo. Sedangkan di Kecamatan Grabag meliputi Desa Trimulyo, Rowodadi dan Bendungan. Satu desa lagi terdapat di Kecamatan Purwodadi yakni Desa Karangsari.

“Banjir yang berakibat munculnya genangan dan masuk rumah di ketiga kecamatan itu dipicu adanya hujan deras sejak Kamis (1/12) mulai sore hingga Jumat (2/12) pagi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Boedi Hardjono melalui Plt Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan Logistik Sigit Ahmad Basuki.

Sungai Lereng dan Sungai Bedono menjadi penyebab banjir di Kecamatan Grabag dan Butuh. Sementara di Kecamatan Purwodadi diakibatkan banjir di Sungai Bogowonto.

“Desa yang terparah ada di Desa Kedungmulyo (Butuh) yang menggenangi sedikitnya rumah milik 96 KK. Sedangkan di Desa Kedungagung ada sekitar 40 KK. Soal pengungsi sebenarnya ada tetap rata-rata mereka ke tempat saudaranya yang lebih aman,” tutur Sigit.

BPBD Purworejo sendiri langsung mendatangi lokasi desa terendam banjir dan mengirimkan bantuan logistik dan air bersih ke lokasi yang membutuhkan. Untuk sementara waktu, warga dihimbau lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan elektronik yang dimiliki. (udi/dem)