RADARJOGJA.CO.ID-Pelajar seharusnya membawa buku pelajaran saat berangkat atau pulang sekolah. Tapi, ini tidak berlaku bagi 10 pelajar dari Kota Jogja yang melakukan perusakan sekolah di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Diantara 10 pelajar itu kedapatan membawa gir motor. Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi menjelaskan, ke-10 pelajar itu diamankan dari berbagai tempat. “Kami dapatkan pelaku dari rekaman CCTV sekolah. Awalnya kami amankan seorang, setelah dikembangkan ternyata ada 10 pelajar yang terlibat,” kata Danang.

Setelah dibawa ke Mapolsek Ngaglik, ke-10 pelajar itu kemudian mendapatkan pembinaan dari Kapolsek langsung. Di hadapan orang tuanya yang diundang, para pelajar itu diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama.

“Karena masih di bawah umur, sanksinya hanya pembinaan,” jelas perwira menengah yang sudah seminggu ini menjadi Kapolsek Ngaglik. (bhn/eri)