RADARJOGJA.CO.ID- Bencana alam berupa tanah longsor kembali menyasar Lereng Perbukitan Menoreh di Kabupaten Magelang. Beberapa lokasi dilanda hujan dan mengakibatkan tanah tak kuasa menahan beban air. Tanah longsor berlangsung di dua Kecamatan Salaman dan Borobudur.

Di Dusun Serut, Bigaran, Borobudur tanah longsor sempat terjadi pada dua titik. Seperti, RT 04, dan RT 05. Longsor juga ada yang menutup ruas jalan dengan lebar tanah longsor sekitar lima meter dan ketinggian 7 meter. Selain itu, longsor juga menutup jalan Bigaran – Surployo di Dusun Wonojoyo.

“Untuk RT 05 sudah dikondisikan masyarakat dan relawan. (bantuan) Logistik cukup, kalau ada terpal untuk antisipasi longsor lagi,” kata salah satu warga Roh Saifudin Zuhri.

Bencana tanah longsor tersebut juga mengancam rumah warga. Yaitu milik Mulyono, 54, yang dihuni tiga jiwa.

Selain di Desa Bigaran, bencana longsor juga di Dusun Kobar, Kalirejo, Salaman berdampak ke infrastruktur masyarakat. Jalan penghubung antar dusun ini tertutup material tanah. Namun, berkat kesiapan relawan dan warga sekitar dibantu aparat, jalan sudah bisa dilalui.

“Tanah longsor terjadi akibat hujan yang terlalu lama. Longsor berlangsung pada Jumat (2/12) malam,” kata Ketua Relawan Garuda Bukit Menoreh Shoim.

Setelah mengetahui tanah longsor, beberapa relawan Garuda Bukit Menoreh dan warga setempat mengkondisikan lokasi bencana. Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Ketinggian material sekitar 10 m, lebar lima meter, ketebalan tiga centimeter dan kemiringan berkisar 45 derajat.

Selain menutup jalan, kejadian tersebut juga mengancam tiga rumah warga. Diantaranya Nimah, 55, dihuni satu jiwa,Jaeni, 70, (satu jiwa) dan Saman, 75, (dua jiwa).

“Material tanah juga sempat menutupi jalan desa,” kata Shoim.

Bencana tanah longsor tidak hanya kali ini terjadi. Sebelumnya tanah longsor juga menerjang beberapa desa di Lereng Perbukitan Menoreh. Seperti, Desa Sidorejo, Kalisalak, Ngargoretno dan lainnya. (ady/dem)