RADARJOGJA.CO.ID – Sejumlah wilayah di Gunungkidul masih dihantui bencana. Salah satunya, bukit di Padukuhan Kedokploso, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, ambles. Saat ini, warga terpaksa diungsikan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, bencana tanah ambles berlangsung Minggu (4/12). Ini dipicu hujan deras dan mengakibatkan tanah di TKP ambles.

“Satu rumah milik warga terancam tertimbun material longsor, sehingga harus diungsikan,” ungkap Budhi Harjo.

Ia melanjutkan, dengan kejadian tersebut, satu keluarga dengan empat anggota jiwa, diungsikan ke rumah kepala desa setempat, sampai situasi kembali aman. Mereka terpaksa menjauh dari lokasi karena dikhawatirkan terjadi longsor.

“Rumah korban tepat berada di bawah bukit dan punya ancaman serius tertimbun longsor,” ujarnya.

Menunggu situasi memungkinkan, korban Sukarno, 75, berikut dengan istri Painem, 70, serta dua cucunya masing-masing Mita, 12, dan Aldi Kurniawan, 11, untuk sementara dijauhkan dari lokasi berbahaya.

Dari data yang dimiliki BPBD Gunungkidul, selama November tercatat ada 9 bencana terjadi di enam kecamatan. Bencana meliputi talud longsor, tanah longsor, banjir, dan jalan amblas.

Peta rawan longsor di Gunungkidul, ada tujuh kecamatan berada di zona merah. Meliputi, Kecamatan Purwosari, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk perbaikan jalan pasca-bencana. “Dana tersebut berasal dari sisa anggaran perbaikan jalan di tahun ini,” kata Eddy Praptono.(gun/hes)