RADARJOGJA.CO.ID-Ada saja tipu muslihat untuk berbuat kriminal. Seperti yang dilakukan dua pelajar BH, 19, dan KAK, 17, pelajar salah satu sekolah di Ngaglik, Sleman. Saat meminta izin temannya pemilik kamar, ia meminta izin menghisap vapor.

Tapi, begitu pemilik kamar yang juga teman satu sekolahan itu, mereka mengganti vapor dengan sabu. Akibatnya, mereka harus diamankan petugas Satuan Resnarkoba Polresta Jogjakarta.

Penangkapan BH, warga Serang, Banten dan KAK, warga Ngaglik, ini dilakukan di kediaman masing-masing pada Rabu (30/11) lalu.

Kasat Resnarkoba Polresta Jogjakarta Kompol Sugeng Riyadi mengungkapkan, penangkapan keduanya diawali dari pengamanan BH di Ngaglik, Sleman. Dari tangan BH, disita bukti transfer dua lembar untuk pembelian narkoba.

“Setelah mengamankan BH, siangnya kami melakukan penangkapan terhadap KAK,” jelas Sugeng di Mapolresta Jogjakarta.

Sugeng menjelaskan, dari penangkapan itu terungkap keduanya mengonsumsi narkoba di sebuah rumah milik salah satu teman berinisial Kmr yang juga berada di wilayah Ngaglik. Keduanya mengelabui pemilik kamar dengan mengonsumsi vapor.

“Keduanya mengonsumsi sabu ketika pemilik kamar pergi,” jelas perwira menengah dengan melati satu di pundak ini.

Pemilik kamar, jelasnya, tidak mencurigai para pelaku sebab ketika itu keduanya izin menggunakan kamar untuk menggunakan vapor. Dari tangan pelaku, petugas menyita sebuah bungkus bekas rokok milik BH dan KAK yang di dalamnya berisi satu plastik klip kecil berisi serbuk putih diduga sabu seberat 0,54 gram. Selain itu, disita pula empat butir pil warna biru bertanda R yang diduga ekstasi.

Aparat juga menemukan sebuah pipet kaca dalam kondisi dibungkus kertas gerenjeng. Barang bukti ini disembunyikan kedua tersangka di almari pakaian milik Kmr tanpa sepengetahuan pemilik kamar.

Kedua pelaku mengaku barang yang disimpan itu milik bersama. “Pemilik kamar Kmr saat ini statusnya sebagai saksi,” ungkap Sugeng.

Sabu dan ekstasi, ungkapnya, dibeli BH dari seseorang di Jakarta. Itu setelah BH mentransfer sejumlah uang pada awal November. “Namun tidak diketahui secara pasti alamatnya,” jelasnya. (bhn/eri)