RADARJOGJA.CO.ID – Pemkab Gunungkidul terus berupaya meningkatkan kemampuan bekerja masyarakat. Tahun ini, melalui dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi (dinsosnakertras) setempat menggulirkan program peningkatan dan pelatihan ketrampilan berbasis pencari kerja.

Penyelenggara Teknis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinsosnakertrans Gunungkidul Zakaria mengatakan, program tersebut diharapkan bisa meningkatkan kreativitas dan produktivitas usia produktif pencari kerja.

“Kami terus melakukan pelatihan kerja untuk usia produktif mulai usia 17 hingga 45 tahun. Tahun ini ada 1088 warga mengikuti pelatihan,” kata Zakaria Senin (5/12).

Tahun ini, lanjut Zakaria, ada 50 paket pelatihan yang akan digelar UPT BLK dengan total peserta 800 orang. Mereka dilatih menggunakan anggaran dari dana alokasi umum (DAU). Sementara, sisanya berjumlah 288 orang dilatih menggunakan dana dari APBD.

“Pelatihan terdiri dari pelatihan otomotof, menjahit, las, bangunan, ukir, intansi penerangan listrik, perbaikan AC, serta pengolahan hasil pertanian,” papar Zakaria.

Menurut Zakaria, dengan adanya pelatihan diharapkan membantu masyarakat pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Selain itu, dengan pelatian diharapkan berdampak besar pada stabilitas perekonomian masyarakat.

“Setiap tahun ada 50 paket pelatihan yang diikuti 16 peserta,” ucapnya.

Kepala Dinsosnakertrans Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugroho menegaskan, sepanjang tahun unit pelaksana teknis BLK membuka kesempatan pada masyarakat yang ingin mengikuti program pelatihan.

“Karena peminatnya banyak, ada tahap seleksi terlebih dahulu,” kata Dwi Warna.

Ia berharap dengan mengikuti pelatihan para peserta memiliki ketrampilan dan pengalaman kerja, sehingga bisa meningkatkan kualitas para pencari kerja. Menurutnya, lulusan peserta pelatihan mampu membuka usaha dan bekerja di sektor industri. “Yang terpenting dalam berkerja itu niat dan mau kerja keras,” katanya.(gun/hes)