RADARJOGJA.CO.ID-Kebutuhan jaringan internet untuk mengupload foto selfie di Kota Jogja belum terpetakan. Padahal, DPRD Kota Jogja melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) memanggil berkali-kali provider. Tapi, provider juga berkali-kali mengacuhkan undangan dewan.

Undangan terakhir adalah saat rapat dengar pendapat Pansus Menara Telekomunikasi Senin (5/12). Dari lebih dari 10 provider hanya ada dua provider yang datang.

“Pansus menyayangkan, yang diundang banyak, kok yang datang cuma dua,” ujar Ketua Pansus Raperda Menara Telekomunikasi DPRD Kota Jogja Agung Damar Kusumandaru.

Terlebih selama pembahasan raperda, provider juga tidak pernah memenuhi undangan. “Kami jadwalkan sekali lagi mengundang provider minggu depan,” sambungnya.

Hasil pertemuan dengan dua provider tersebut, menurut politikus PAN itu juga tidak banyak. Karena mereka lebih banyak menjelaskan profil perusahaan. Agung menjelaskan, pada dasarnya keinginan Pansus mengundang provider untuk menyesuaikan raperda dengan teknologi terbaru. “Pada intinya kami ingin regulasi ini tidak usang dengan teknologi terbaru nantinya,” jelas dia.

Agung mengatakan, masukan dari provider tersebut juga untuk mengetahui berapa kebutuhan riil menara telekomunikasi di Kota Jogja. Menurut dia, dengan luas wilayah Kota Jogja yang 32,5 kilometer persegi, kebutuhna untuk telepon maupun SMS sudah terpenuhi.

“Tapi kalau untuk kebutuhan data dikatakan belum, kalau belum yang dibutuhkan sebenarnya itu berapa,” ungkapnya setengah bertanya.

Anggota Pansus Danang Rudiyatmoko mengatakan, yang dibutuhkan masyarakat dengan adanya Raperda Menara Telekomunikasi adalah tidak terganggu dalam berkomunikasi. Tapi, dia meminta dalam pelaksanaannya harus terbuka dan tidak ada monopoli.

Dari informasi provider, satu menara hanya bisa digunakan dua operator seluler. “Kalau seperti itu, jumlahnya dibatasi bisa jadi malah ada persaingan dan monopoli,” ujarnya.(pra/eri)