RADARJOGJA.CO.ID-Masih ingat dengan aksi Italia di Piala Dunia 2006. Di dalam negeri mereka mengalami masalah terkait dengan Calciopoli. Tapi, penggawa tim-tim lokal seperti Juventus, AC Milan, dan tim lain malah mampu membuat banyak di Piala Dunia Jerman.

Dari tertatih-tatih, skuad asuhan Marcelo Lippi tersebut berhasil mengantarkan timnya menjadi juara untuk keempat kali. Kisah Fabio Cannavaro CS tersebut sangat mungkin bisa terulang untuk Indonesia. Setelah PSSI mengalami masalah berlarut-larut, Piala AFF 2016 sangat tepat untuk menunjukkan kekuatan Timnas.

Mantan pemain Timnas era 2000-an Seto Nurdiyantoro menegaskan, Timnas harus mengalahkan ego masing-masing pemain. Mereka harus bersemangat untuk bermain sebagai sebuah tim. “Saat bertahan semua pemain harus ikut bertahan,” pesan Seto.

Pemain yang menjadi idola pemain di DIJ tersebut menegaskan, bermain sebagai sebuah tim akan mempermudah perlawanan Vietnam. Terlebih, Boaz Salossa dkk harus bermain di hadapan publik Vietnam, di Stadion My Dinh, Hanoi.

“Tidak ada kata lain selain kemenangan. Itu harus dilakukan semua pemain. Menyerang sebagai sebuah tim dan bertahan sebagai tim,” tandas pelatih PSS Sleman ini. (eri/dem)