RADARJOGJA.CO.ID – Warga asal Ambarketawang, Gamping, Kemala Sari Sunandar mengajukan gugatan ke pengadilan kepada perusahaan leasing atas penarikan secara paksa mobil yang dibeli secara kredit. Dalam surat gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan kepada PT Mitsui Leasing Capital Indonesia Jogjakarta, Kemala Sari menuntut pembayaran ganti rugi sebesar Rp 3,8 miliar. Peristiwa ini bermula dari pembelian satu unit mobil seharga Rp 453 juta oleh Kemala Sari melalui leasing PT Mitsui, pembayaran sudah masuk angsuran ke-27.

“Memang sudah ada peringatan, namun sudah saya konfirmasi untuk pembayaran,” katanya.

Dia menyayangkan penarikan dilakukan tanpa melalui pemberitahuan dan surat-surat keterangan dari pengadilan maupun kepolisian. Saat kejadian, dirinya tidak berada di Jogjakarta, sedangkan mobil tersebut tengah dititipkan. Setelah menarik mobil tersebut, dirinya pun tidak diberikan salinan surat penyerahan kendaraan.

“Kami menggugat atas perampasan yang dilakukan pihak leasing,” tuturnya.

Bahkan, ia pun menyayangkan kendaraan yang masih dalam sengketa itu dijual kepada pihak ketiga. Saat menjual mobil, PT Mitsui diduga memanipulasi status kendaraan dengan mengeluarkan surat keterangan lunas pembiayaan.

“Faktanya, pembiayaan mobil itu masih dalam proses angsuran,” tegasnya.

Kuasa hukum penggugat Mohamad Novweni ditemui usai sidang lanjutan pemeriksaan saksi di PN Jogjakarta menyebut, perusahaan leasing tidak bisa seenaknya melakukan penarikan terhadap kendaraan konsumen. Sesuai peraturan, penarikan kendaraan harus disertai surat pengadilan serta kepolisian.

“Apalagi penarikan kendaraan itu tanpa sepengetahuan penggugat,” ujarnya.

Dia menjaskan gugatan sebesar Rp 3,8 miliar dengan rincian Rp 557,8 juta mencakup kerugian materiil, dan Rp 3,3 miliar berupa kerugian immateriil. Sebab akibat kejadian ini, penggugat kehilangan kontrak senilai Rp 3,3 miliar dengan salah satu relasi perusahaannya.

Terpisah kuasa hukum PT Mitsui Jogjakarta, Heru Lestarianto mengaku siap menghadapi tuntutan. Pihaknya telah menyiapkan saksi yang akan dihadirkan masing-masing dari bagian kontrak, kredit, dan penarikan. Dia pun menampik tudingan penarikan paksa.

“Dalam menarik kendaraan tersebut, sudah disertai bukti penyerahan,” tandasnya. (bhn/dem)