RADARJOGJA.CO.IDTidak hanya munculnya genangan air di beberapa desa pada Kecamatan Butuh, Grabag dan Purwodadi akibat tingginya curah hujan. Kejadian tanah longsor maupun tanah bergerak juga terjadi di beberapa tempat. Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat masih tingginya intensitas hujan.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo menunjukkan, tercatat ada empat kejadian tanah longsor maupun bergerak yang terjadi di beberapa tempat. Longsor paling parah terjadi di Desa Mayungsari, Kecamatan Bener Purworejo. Akibat longsoran menutup saluran air menjadikan luapannya mengalir deras ke sawah dan merusakkan tanaman yang ada.

“Hari Minggu lalu, kami bersama jajaran TNI dan Polri turun ke wilayah Mayungsari membuat saluran air baru agar tidak meluber ke sawah,” kata Plt Kabid Kegawatdaruratan dan Logistik (BPBD) Purworejo Sigit Ahmad Basuki.

Dalam kegiatan itu, sedikitnya ada 100 orang yang turun ke sawah untuk membuat saluran baru sepanjang 300 meter dan mengalirkan air ke sungai terdekat. Pembersihan memakam waktu hampir setengah hari mengingat beratnya medan yang ada.

“Lokasi lain yang juga terancam karena adanya hujan deras ada di RT 3 RW 1 Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo. Adanya hujan pada Kamis (1/12) lalu mengakibatkan adanya pergeseran tanah,” tuturnya

Pergeseran yang terjadi cukup luas karena memiliki panjang 400 sentimeter dengan lebar 40 sentimeter dan kedalamannya menacpai 1,5 meter hingga 2 meter. Adanya retakan itu megancam 12 rumah yang berada di bawahnya.

“Jika rekahan itu berlanjut pada longsor bisa berakibat tertutupnya saluran irigasi. Hasil pantauan kami di lapangan, perlu adanya penutupan rekahan agar tidak kemasukan air,” tambah Sigit.

Pihaknya telah meminta warga yang tinggal di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan, utamanya saat terjadi hujan lebat. Selain Sidomulyo, daerah lain yang muncul retakan berada di Dusun Rejosari RT 4 RW 4 Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing dan mengancam rumah Ngatirin. Didiami empat jiwa, tanah mengalami pergeseran sejauh satu meter dari lokasi semula dengan panjang mencapai 30 meter.

“Retakan itu juga mencancam jembatan yang baru saja dibangun DPU untuk menghubungkan Dusun Denangsri dengan Desa Donorejo,” tandas Sigit. (udi/dem)