RADARJOGJA.CO.ID – Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP 3 Saptosari masih lumpuh. Lembaga pendidikan yang belum lama ini terkena banjir kiriman masih terendam air. Akibatnya, semua aktivitas berhenti total.

Kepala SMP 3 Saptosari Agus Supardiono mengatakan, puncak banjir kiriman terjadi pada 30 November. Akibatnya, seluruh kompleks sekolah dikepung air dengan kedalaman mencapai kurang lebih satu meter.

“Kondisinya tidak memungkinkan, UAS (ujian akhir sekolah) hingga remidi dilaksanakan di SD Gedangklutuk,” tegas Agus, Selasa (6/12).

Dijelaskan, semula rencana pengalihan lokasi UAS berlangsung di balai desa setempat. Karena sejumlah pertimbangan, kemudian digeser ke sekolah dasar. Namun, hingga Selasa (6/12), air juga belum surut. Terpaksa, pembagian raport diadakan pada Sabtu, 17 Desember juga dilaksanakan di SD. Setelah itu libur semester.

“Insya Allah, setelah semester kedua, KBM sudah bisa berjalan seperti biasa,” terangnya.

Usai libur semester, kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan di SMP 3 Saptosari. Sementara aktifvtas belajar mengajar mulai masuk pada 2 Januari mendatang.

“Hingga hari ini (Selasa, 6/12) kondisi sekolah kami masih belum memungkinkan untuk digunakan beraktivitas,” ucapnya.

Situasi terkini, lanjut Agus, ruang kelas sudah tak ada genangan air, tinggal pembersihan ruangan. Sementara kondisi halaman sekolah masih tergenang air hingga kedalaman sekitar 40 centimeter. “Kejadian banjir kiriman bukan kali ini terjadi, sebelumnya kami juga mengalami hal serupa,” terangnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengakui, lokasi SMP 3 Saptosari berada di area lembah dengan luweng (saluran air) bawah tanah. “Kami sedang melakukan kajian bersama Bappeda dan PU untuk mengetahui kemungkinan memindah lokasi sekolah,” kata Bahron.(gun/hes)