RADARJOGJA.CO.ID-Pengembangan Jogja sebagai smart city terus dikebut. Pemkot Joga memulai langkah pertama dengan pelayanan ke masyarakat di tingkat kelurahan di Kota Jogja. Mulai tahun depan, warga Kota Jogja tinggal klik sudah bisa mengurus surat-surat penting. Tak perlu mengantri di kantor kelurahan.

Kepala Bagian Teknologi Informasi dan Telematika (TIT) Pemkot Jogja Sukadarisman mengatakan pelayanan online berbasis mobile tersebut untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang dimulai dari pemberian pelayanan di tingkat kelurahan. “Untuk pengurusan surat keterangan atau pelaynanan lain bisa diakses secara online, tidak perlu datang ke kantor kelurahan,” ujar Aris, sapaanya.

Realisasi layanan berbasis aplikasi mobile tersebut akan diawali dengan integrasi sistem informasi data kependudukan karena proses verifikasi pengguna saat mengakses layanan tersebut akan didasarkan pada nomor induk kependudukan (NIK). Menurut dia, untuk bisa menikmati layanan tersebut, diperlukan registrasi dan verifikasi. “Dasar yang digunakan adalah nomor induk kependudukan sehingga diperlukan integrasi data kependudukan terlebih dulu,” katanya.

Pelaksanaanya pun dilakukan secara bertahap dulu. Belum akan diterapkan di semua kelurahan. Salah satu kelurahan yang memiliki rintisan layanan berbasis yaitu Rejowinangun. Meski jelas Aris, masih perlu ada sejumlah penyesuaian. “Namun, kami akan upayakan agar layanan berbasis mobile ini bisa diakses dan digunakan secara mudah oleh masyarakat,” katanya.

Aris mengatakan, pemberian layanan secara online tidak hanya akan berhenti di tingkat kelurahan saja tetapi juga akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi termasuk ke instansi di Balaikota Jogja. Menurut dia, kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya kami untuk mewujudkan Kota Jogja sebagai smart city. Sejumlah layanan berbasis online yang sudah dilaksanakan Pemkot Jogja, seperti layanan pembuatan akta online dan pembelian tiket masuk Taman Pintar secara online.

Sebelumnya, Pemkot Jogja juga memperoleh penghargaan smart city kategori kota menengah dari lembaga independen non pemerintah, CitiasiaInc. Kota Jogja memperoleh indeks 49,94 persen untuk kesiapan menuju smart city atau penilaian tertinggi untuk kategori kota menengah. “Penghargaan ini mengejutkan karena kami sama sekali tidak mengetahui pelaksanaan penilaiannya. Jadi, ini adalah penghargaan yang diberikan secara objektif, katanya.(pra/eri)