RADARJOGJA.CO.ID-Kenakalan remaja dengan menganiaya orang atau kerap disebut Cah Klithih kian beringas. Aksi terbaru adalah di Jalan Palagan, Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa (6/12) malam. Seorang pengendara Danik Muryanto, 32 dibacok dan dikeeroyok sejumlah orang. Warga Ngunut, Playen, Gunungkidul itu pun menderita luka sobek dan memar di tubuh.

Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi mengatakan, dari kesaksian, korban dianiaya oleh enam orang yang identitasnya tidak dikenali. Mereka berboncengan dengan tiga sepeda motor. Korban bersama rekannya berkendara sepeda motor di Jalan Palagan. Korban yang mengarah ke utara, merasa ada sekelompok orang yang membuntuti. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), sekelompok orang yang membuntuti ini secara tiba-tiba menyerang korban dan rekannya dengan senjata tajam. Sabetan senjata tajam itu, ditangkis oleh tangan korban.

“Para pelaku juga memukuli korban dengan tangan kosong,” jelas Danang.

Dibandingkan rekan lain, korban yang mengalami luka cukup parah. Akibat sabetan senjaga tajam, korban harus menjalani perawatan. Sedangkan pelaku, usai melakukan penyerangan, melarikan diri ke arah utara.

Petugas kepolisian yang mendapati laporan adanya aksi penganiyaan menyambangi TKP. Kanit Reskrim Iptu Made Wira Suhendra menambahkan, pihaknya masih melakukan penyilidikan dan pengusutan lebih lanjut. Namun, pihak kepolisian belum mampu meringkus pelaku dalam waktu cepat karena minimnya para saksi. “Masih dalam penyelidikan lebih lanjut, semoga cepat tertangkap lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi kekerasan cah klithih yang melibatkan pelajar bersenjata tajam terjadi di wilayah Sleman. Seorang siswa SMK 2 Jogjakarta, Anom Juna Pradana, 17, menjadi korban pembacokan tepat di depan rumahnya. Kemudian, di kawasan Gamping, seorang siswa sebuah sekolah swasta bernama Bagas Tri Usada, 16, menjadi korban penusukan dengan senjata tajam di Ringroad Barat, tepatnya di wilayah Trihanggo, Gamping, Sleman. (bhn/eri)