RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo mencoret 1.452 nama calon pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilbup Kulonprogo 2017. Pencoretan itu berdasarkan hasil rapat pleno penetapan DPT oleh KPU Kulonprogo, Selasa (6/12).
Dengan pencoretan itu, DPT Pilbup Kulonprogo 2017 totalnya menjadi 332.211 pemilih tersebar di 937 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Rinciannya, 170.863 pemilih perempuan dan 161.348 pemilih laki-laki. Sementara jumlah pemilih baru 2.102 orang.

“Angka DPT ini jauh berkurang dibanding jumlah pemilih dalam DPS yang mencapai 335.502 pemilih,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo Muh Isnaini.

Seribuan nama yang dicoret setelah dipastikan tidak memenuhi syarat (TMS). Di antaranya belum memiliki atau belum melakukan perekaman KTP elektronik. Tidak terdaftar dalam database kependudukan.

“Ditemukan juga beberapa data pemilih ganda, anggota TNI/Polri yang sebelumnya terdaftar di DPS lalu dihapus dari DPT,” jelas Isnaini.

Sebelum dimasukkan dalam Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), diketahui sekitar 7.000 calon pemilih yang bermasalah dari 335.502 orang terdaftar dalam DPS. Setelah dikroscek datanya dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) didapatkan data 1.452 calon pemilih yang TMS.

“Kami sudah konsolidasi dengan KPU RI dan Kementerian Dalam Negeri. Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) juga sudah melakukan pengecekan lapangan secara detail,” ujar Isnaini.

Meski tak terdaftar dalam DPT, masyarakat masih bisa menggunakan suaranya dengan menunjukkan e-KTP atau bukti perekaman saat pencoblosan. Termasuk pemilih pemula yang usianya genap 17 tahun saat hari pemilihan. (tom/iwa/mar)