RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) milik pemerintah juga mendapat ganti rugi dari PT Angkasa Pura I (AP). Pembayaran dijadwalkan Selasa (14/12) menunggu validasi data dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) DIJ.

Humas Proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) dari AP, Didik Catur mengatakan selain validasi, BPN juga menentukan jumlah ganti rugi. “Kalau sesuai rencana, validasi selesai Rabu (7/12),” katanya kemarin.

Ganti rugi fasos dan fasum milik pemerintah diberikan dalam bentuk uang. Biasanya akan ada kuasa yang ditunjuk menerima uang ganti rugi milik instansi dan pemerintah desa tersebut.

“Namun masih menunggu detail mekanisme penyerahan ganti rugi melalui koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait,” kata Didik.

Sekretaris Daerah Kulonprogo RM Astungkoro mengatakan jika ganti rugi fasos dan fasum dalam bentuk uang otomatis masuk kas daerah. “Jika diterima tunai ya masuk APBD,” kata Astungkoro.

Sebaliknya jika AP mau membangun fasos dan fasum pengganti dengan dana ganti rugi tersebut, maka dana tunai tidak diberikan ke pemerintah. “Adapun fasos dan fasum sendiri bernilai 10 persen dari total lahan terdampak NYIA,” kata Astungkoro.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Zahrom Asurawan mengatakan relokasi warga terdampak bandara akan dibangun Februari 2017. “Pemkab sudah merampungkan data valid jumlah warga yang ingin relokasi,” kata Zahrom.

Ada 266 Kepala Keluarga (KK) yang konsisten memilih relokasi. Warga direlokasi sesuai asal desanya, sesuai keinginan mereka. Selain rumah, program relokasi juga membangun fasos dan fasum.

“Rencananya juga akan dibangun ruang terbuka hijau, tempat ibadah, toilet komunal, sekolah, dan jalan kampung. Untuk Puskesmas juga telah disiapkan lahan 2.000 meter persegi,” kata Zahrom. (tom/iwa/mar)