RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Ketua Karang Taruna DIJ GKR Condrokirono meluncurkan Sistem Informasi Kreatif Desa (Sipkades) Karang Taruna di Aula Dinsosnakertrans kemarin. Kegiatan itu sekaligus silaturahmi Karang Taruna se-Kulonprogo.

Hadir dalam acara itu Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Jumanto, Kepala Dinsosnakertrans Eka Pranyata, Direktur Youth Studies Centre (YouSure) Fisipol UGM Najib Azca, dan Ketua Karang Taruna Kulonprogo Ismail Malik.

“Melalui sambung rasa seperi ini kita saling memperkuat. Sehingga terlihat potret kondisi terkini Karang Taruna dan apa kendalanya,” kata Condrokirono.

Karang Taruna tingkat desa bisa menjadi motor penggerak organisasi desa. Mewujudkan visi pembangunan desa, karang taruna harus aktif menjalin kerjasama dengan pihak luar.

“Saya mengapresiasi YouSure dari Fisipol UGM yang mengembangkan Sipkades berbasis online. Semoga efektif memperkenalkan potensi desa ke dunia luar,” kata Condrokirono.

Jumanto mengatakan Karang Taruna sebagai organisasi sosial merupakan wadah pembinaan generasi muda. Tugas pokok Karang Taruna, ikut menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial.

“Khususnya masalah yang dihadapi generasi muda saat ini. Banyak tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan zaman,” kata Jumanto.

Ismail Malik mengungkapkan Karang Taruna Desa merupakan pejuang sosial. “Kulonprogo perlu pemuda tangguh menghadapi perkembangan,” ungkapnya.

Najib Azca menyatakan Pusat Studi Kepemudaan Fisipol UGM mengawali dengan membangun Sipkades. Momentum yang berharga, karena desa kini juga sudah menjadi media sosial politik dan budaya.

“Banyak potensi di desa namun banyak warga desa yang meninggalkan desa,” kata Najib Azca.

Ketua Karang Taruna Desa Brosot Sri Aji mengatakan Sipkades telah membuat pemuda tahu potensi desanya. Semua potensi desa bisa terangkat.

“Pemuda harus memanfaatkan potensi desa. Tidak perlu keluar meninggalkan desanya,” kata Sri Aji. (tom/iwa/mar)