RADARJOGJA.CO.ID – Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Magelang menggelar Sarasehan Peringatan Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang. Sarasehan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang Tanti Zaenal Arifin, para anggota PKK, Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah, PC ‘Aisyiyah Se Kabupaten Magelang, serta beberapa kader penggerak perempuan desa.

“Tujuan dilaksanakannya acara ini meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan bagi keberlangsungan hidup perempuan dan anak. ‘Aisyiyah sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah memiliki komitmen terhadap terpenuhinya hak – hak perempuan dan anak,” kata Ketua PD ‘Aisyiyah Nidaul Hasana, Kamis (8/12).

Asisten Administrasi Umum Endra Wacana menjelaskan, tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang perlu segera dicarikan solusi untuk mencegah dan menanggulanginya. Pemkab Magelang berupaya secara serius untuk melindungi perempuan serta anak melalui kebijakan dan program yang ada. Perlu adanya upaya secara bersama-sama untuk mewujudkan lingkungan yang mampu mendukung terpenuhinya hak-hak bagi perempuan dan anak.

“Salah satu programnya yaitu mewujudkan Kabupaten Magelang sebagai daerah layak anak,” paparnya.

Ia mengatakan, dalam setiap aktivitasnya seperti belajar dan bermain, anak-anak perlu mendapat perlakuan dan perhatian khusus. Program ini akan diwujudkan di setiap kecamatan dan desa/kelurahan. Selain itu juga akan diwujudkan sekolah dan puskesmas layak anak.

“Pemkab Magelang memberikan apresiasi pada ‘Aisyiyah yang telah memiliki inisiatif dalam melaksanakan kegiatan ini,” tegasnya.

Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari mengatakan, salah satu penyebab munculnya kekerasan adalah adanya ketidakpahaman terhadap pentingnya perlindungan terhadap keberlangsungan hidup di antara sesama. Karenanya. perlu ketauladanan, khususnya di lingkungan keluarga. Semua untuk mencegah munculnya kekerasan.(ady/dem)