RADARJOGJA.CO.ID – Hingga awal Desember 2016, Kabupaten Gunungkidul dirundung puluhan peristiwa bencana alam. Meminimalisir terjadinya bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengumpulkan seluruh camat untuk menyusun langkah antisipatif.

“Kami langsung menggelar rapat koordinasi dengan camat untuk membahas terkait potensi bencana. Tujuannya, agar kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana baik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo, Kamis (8/12).

Budhi meneruskan, berdasarkan peta kerawanan bencana, ada tujuh kecamatan masuk zona merah. Yaitu, Kecamatan Nglipar, Patuk, Ponjong, Semin, Patuk, Karangmojo, dan Gedangsari.

Melalui rapat koordinasi ini, setiap kecamatan diminta untuk melaporkan jumlah kerugian. Baik korban jiwa maupun materiil sebagai akibat bencana yang timbul.

“Dari laporan terbaru, setidaknya lebih dari 30 bencana alam, mulai longsor, banjir hingga angin kencang terjadi di Gunungkidul. Kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” bebernya.

Selanjutnya, memprioritaskan sasaran penerima bantuan. Kemudian dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan BPBD DIJ untuk membahas mekanisme pemberian dana bantuan terhadap korban bencana alam.

Terpisah, Camat Semin Huntoro Purbo Wargono mengatakan, wilayahnya masih ada potensi bencana longsor. Belum lama ini, satu rumah milik warga di Padukuhan Parangan, Desa Semin nyaris terbawa longsor.

“Sudah mendapatkan penanganan. BPBD juga memberikan bantuan bronjong dan batu,” kata Huntoro.

Berdasarkan data yang dihimpun, bencana tanah longsor juga menerjang Kecamatan Nglipar. Tepatnya di Padukuhan Kedokploso, Desa Pengkol, Nglipar. Satu rumah milik Sukarno nyaris rubuh terbawa longsor.Kemudian di Padukuhan Klayar, Desa Kedungpoh, Nglipar, angin kencang menerjang pemukiman penduduk. Dilaporkan satu rumah milik warga mengalami kerusakan cukup serius.(gun/hes)