RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Toko Milik Rakyat (Tomira) di Kulonprogo jumlahnya makin banyak. Inovasi Pemkab Kulonprogo ini dilakukan dengan menggandeng toko modern berjejaring. Namun produk lokal UMKM belum mencapai 20 persen.

“Pengusaha UMKM yang produksinya diarahkan ke Tomira harus terus dipacu kemampuannya. Sinergitas sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM sekaligus produk yang sesuai standar toko modern,” kata Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrori kemarin.

Kepala Dinas Koperasi Kulonprogo Sri Harmintarti mengatakan kerjasama antara toko modern berjejaring dengan UMKM di Kulonprogo menjadi pertama di DIJ. Sesuai kesepakatan, produk lokal UMKM yang masuk ke toko minimal 20 persen dari jumlah produk yang dijual.

“Kami berupaya merealiasikan itu. Salah satunya dengan memberi pelatihan pengusaha koperasi di Kulonprogo,” kata Harmintarti.

Kerjasama ini untuk meningkatkan kesejahteraam masyarakat dan mengatasi kemiskinan. “Karena produk UMKM di Tomira belum mencapai target, kami berharap koperasi ikut mendorong pengusaha UMKM aktif memasarkan produknya di gerai Tomira,” kata Harmintarti.

Sayang jika ruang yang tersedia di Tomira tidak dimanfaatkan. Sebab, jika produk local dipajang maka semakin dikenal masyarakat.

“Produk UMKM cukup banyak, mulai batik, gula semut, kelengkeng serta makanan khas lainnya,” ujar Harmintarti.

Kepada Indomarco Harmintarti mengapresiasi konsistensinya membina UMKM di Kulonprogo. Salah satunya melakukan bimbingan teknis.

“Tomira besar perannya dalam membina koperasi dan UMKM mengangkat kesejahteraan masyarakat,” kata Harmintarti. (tom/iwa/mar)