RADARJOGJA.CO.ID–Polemik dan viral di media sosial (medsos) mengenai penggunaan model berhijab di baliho Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogjakarta, mendapatkan penolakan dari Ormas Front Umat Islam (FUI).

Mereka bahkan sempat mendatangi kampus di Jalan dr Wahidin tersebut. Mereka meminta baliho bisa diturunkan. “Penurunan tersebut atas keberatan salah satu ormas Islam, yang disampaikan kepada UKDW pada Rabu (7/12),” ujar Rektor UKDW Henry Feriandi.

Henry mengungkapkan, penurunan sejumlah baliho bermula dari kedatangan dua orang yang mengaku dari ormas Islam di ruang admisi dan promosi pada Rabu pagi. Mereka minta supaya baliho promosi yang ada di depan kampus UKDW diturunkan sebelum pukul 12.00.

“Menurut mereka tampilan perempuan berhijab di baliho merupakan bagian simbol Islam dan pemuatannya harus dengan izin dari ormas tersebut,” jelas Henry.

Setelah memenuhi permintaan tersebut, siangnya hari enam orang dari FUI pihak kampus kembali mendatangi kampus tersebut. Kepada pimpinan pihak admisi dan promosi, mereka kembali mengajukan permintaan agar seluruh baliho yang menampilkan perempuan berhijab diturunkan.

Dia memaparkan ada lima baliho di lima titik di Jogja yang sudah diturunkan. Baliho-baliho itu, memiliki desain yang sama dengan yang berada di depan kampus UKDW. “Seluruh baliho sudah kami turunkan,” tegasnya.

Henry mengakui, perempuan berhijab di baliho promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB) merupakan mahasiswi UKDW. Dalam gambar itu, ada tiga orang mahasiswi. Ketiganya merupakan perwakilan dari mahasiswa berprestasi yang ada di fakultas UKDW. Penampilan perempuan berhijab dan mahasiswi lain, merupakan bentuk kebhinekaan yang ada di kampus UKDW.

Dia menolak bila tampilan perempuan berhijab itu disebut sebagai pemanfaatan terhadap simbol agama. “Dari tiga ribu lebih mahasiswa kami, ada sekitar tujuh persen mahasiswa yang beragama Islam,” ungkapnya.

Kepala Admisi dan Promosi Hangudi Widya menjelaskan, sebelumnya pihak kampus juga menggunakan mahasiswi berhijab sebagai media promosi. Namun saat itu, tidak ada pihak manapun yang mempersoalkan.

“Setelah kami turunkan, kami akan menyiapkan desain baru. Lagi pula desain baliho-baliho itu pertengahan Desember ini sudah habis masanya,” jelasnya.

Koordinator angkatan muda FUI M. Fuad menyatakan, kedatangan perwakilan ormasnya ke kampus UKDW untuk menyampaikan rasa keberatan atas keberadaan perempuan berhijab di baliho PMB. Keberatan itu, didasarkan atas keresahan masyarakat akan adanya muslimah yang digunakan untuk iklan. “Menggunakan muslimah untuk iklan PMB UKDW itu tidak pada tempatnya,” jelasnya. (bhn/dwi/eri)