RADARJOGJA.CO.ID-Kenakalan remaja memang sudah sangat sedemikian memprihatinkan. Tak hanya di pusat kota, perkelahian antarpelajar juga terjadi di pedesaan. Bahkan, itu terjadi siang bolong, saat jam sekolah.

Mereka ini bukan pelajar tingkat SMA. Jika tingkat SMA biasanya memilih untuk keluar malam atau kerap disebut Klithih. Sedangkan ini, dilakukan pelajar tingkat SMP di Beluran, Tirtoadi, Godean, Kamis (8/12). Enam siswa dari sebuah SMP swasta di Gamping, diamankan aparat karena kedapatan akan melakukan penyerangan ke salah satu sekolah di Godean.

Keenam pelajar yang digelandang ke Mapolsek Godean yakni Et, 15, warga Banyuraden, Gamping; Df, 14, warga Bener, Tegalrejo, Jogja; RJ, 15 warga Bener, Tegalrejo, Jogja; FW, 14, warga Sinduadi, Mlati, Sleman; AM, 14 warga Trihanggo, Gamping; dan JP, 15, warga Purworejo, Jawa Tengah.

“Dari tas mereka kami dapatkan gir motor dan batu,” jelas Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Darban.

Total ada delapan siswa yang tengah dalam perjalanan untuk melakukan penyerangan ke salah satu SMP di Godean. Dua pelajar berhasil kabur dengan menggunakan motor berboncengan.

Dari penggeledahan yang dilakukan, FW diketahui membawa gir sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan dipasangi tali. Sementara siswa yang lain di dalam tasnya menyembunyikan batu.

Mereka tertangkap tim yang sedang patroli di Selokan Mataram di kawasan Beluran. Dari pengakuan mereka, penyerangan dilakukan sebagai ungkapan rasa simpati kepada kawan satu sekolah yang menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh siswa sebuah SMP di Godean.

Di Kota Jogja juga terjadi hal serupa. Jajaran Satuan Sabhara Polresta Jogja dan Polsek Gedongtengen menangkap belasan siswa SMP. Mereka terendus akan menyerang sebuah sekolah di Gedongtengen, Jogja.

Beruntung, aparat yang tengah berpatroli berhasil menghalau dan menangkap belasan pelajar SMP tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, didapati sebuah gir yang telah dimodifikasi. Selanjutnya, polisi menggelandang para pelajar tersebut ke Mapolsek Danurejan.

“Gir itu dipasangi tali sabuk olahraga bela diri untuk senjata tawuran,” jelas Kanit Sabhara AKP Sujito. (bhn/eri)