Bentuk Kelas Inspirasi, Tularkan Semangat Belajar Anak

Luar biasa. Itulah kesan tim kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kala bertugas di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Melihat semangat belajar siswa dengan fasilitas yang serba terbatas. Dari pengalaman itu muncullah ide membentuk kelas inspirasi.

NARGIES SAMARA HARIS, Bantul
Adalah Muhammad Lukman Khakim, jebolan KKN Pulau Sebatik yang terus memutar otak seolah tak percaya pada kondisi fasilitas pendidikan di salah satu wilayah Borneo itu. Di sana, para siswa sangat getol menimba ilmu. Bahkan, tak sedikit yang bercita-cita mengemban pendidikan tinggi meski segala penunjangnya serba terbatas.

Semangat siswa Pulau Sebatik itulah yang kemudian dibawa Khakim beserta tiga rekannya, Pramita Niki Utami, Hanan Sabila, dan Suzad Miko Sembiring untuk ditularkan kepada pelajar di DIJ. Dari situ mereka lantas membentuk Komunitas Generasi Bakti Negeri.

Gerakan mereka cukup sederhana. Menyebarkan virus positif bagi generasi muda. Dengan menceritakan pengalaman dan semangat belajar para siswa di daerah pelosok.

Mereka kemudian membentuk kelas inspirasi. “Tujuannya sederhana. Membagikan ilmu dan kebaikan bagi anak-anak,” ujar Khakim.

Kelas Inspirasi UMY dibentuk pada 24 Februari 2016. Hingga sekarang sedikitnya empat kelas inspirasi terbentuk. Sasarannya adalah siswa sekolah dasar di lingkungan pedesaan. Kelas inspirasi pertama dibuka di SDN Donotirto, Kasihan, Bantul. Dilanjutkan di SD Muhammadiyah Suten, Sendangrejo, Minggir, Sleman.

Adapun pelaksanaan kelas inspirasi mengadopsi konsep mengajar meniru ala Komunitas 1000 Guru. Namun, seluruh kegiatanya dikomparasikan menajdi satu kegiatan.

Kelas inspirasi menggunakan waktu sehari penuh. Melibatkan siswa dari beberapa kelas berbagai tingkatan. “Biasanya kami pilih Sabtu yang kegiatan belajar siswa tidak terlalu padat,” lanjutnya.

Sebagaimana nama komunitasnya, para relawan selalu menymbangkan donasi berupa buku bacaan, sepatu, dan tas, serta perlengkapan sekolah bagi peserta setiap akhir kegiatan kelas inspirasi.

Khakim berharap, apa yang tim lakukan bisa menginspirasi para siswa. Selain memacu semangat belajar demi meraih cita-cita. Pesan yang disampaikan melalui kelas inspirasi adalah, sesulit apapun menggapai ilmu pengetahuan bukanlah halangan untuk terus belajar.

Terlebih, kondisi wilayah di DIJ tak separah pelosok luar Jawa. Sarana pendidikannya juga tak seminim kawasan pegunungan di pelosok Kalimantan atau pulau-pulau selain Jawa.

Artinya, di Pulau Jawa, segalanya sangat memungkinkan untuk meraih pendidikan tinggi. “Kedatangan kami bukan hanya untuk mengajar. Lebih dari itu, membagikan motivasi dan semangat belajar supaya peserta didik terus berusaha menggapai cita-citanya,” ungkap Khakim.

Kelas inspirasi ternyata juga membawa manfaat bagi para relawan. Khususnya bagi mahasiswa UMY. Kelas inspirasi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkegiatan sosial.

Bahkan, jumlah peminat untuk menjadi relawan kian bertambah. Sampai-sampai, komunitas yang dibentuk Khakim bersama tiga rekannya harus melakukan seleksi. Itu lantaran jumlah peminat selalu melebihi target yang dibutuhkan.

“Seleksi itu untuk mencari tahu seberapa kesungguhan teman-taman calon relawan untuk diterjukan ke sekolah-sekolah,” jelas dia.

Bagi yang ingin bergabung tidak sulit. Kualifikasi yang dibutuhkan hanyalah relawan yang siap kerja sosial dan berkemauan tinggi untuk berbagi ilmu. Dan tentu saja ramah serta sayang anak-anak.

Relawan juga harus mau berinteraksi dengan para peserta kelas inspirasi. Komunikatif, kreatif, dan memiliki ide inovatif untuk menarik minat siswa.

Rencananya, kelas inspirasi akan dibuka lagi pada januari 2017. Siapa berminat?(yog/ong)