RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo terus mendorong desa-desa di Sleman berkembang. Salah satunya dengan menggelar merti dusun dan desa secara berkala. Tujuannya untuk menampilkan beragam potensi sebagai daya tarik wilayah tersebut.

Sri Purnomo menyampaikan itu saat menghadiri Hari Jadi Desa Sardonoharjo Ngaglik Sleman, kemarin (9/12). Menurutnya potensi desa tidak hanya menjadi kekayaan pribadi. Sebab, jika diolah secara tepat, bisa menjadi potensi budaya dan wisata. “Setelah melestarikan tentu wajib dikembangkan. Diolah menjadi atraksi budaya dan wisata. Tentu dengan semangat gotong royong dan kebersamaan warga,” ujarnya.

Sri juga mengapresiasi semangat warga Desa Sardonoharjo. Kegiatan gelar potensi yang dikemas dalam sebuah kirab adalah daya tarik. Apalagi beberapa bregada rakyat turut dihadirkan. “Apalagi rutenya mengambil jalan desa hingga Jalan Kaliurang. Menjadi tontonan yang menarik bagi warga. Kemasanannya kekinian tapi tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” katanya.

Kegiatan bertajuk Bedol Songsong Pradipto, kirab ini menyajikan sejarah berdirinya desa Sardonoharjo. Dimana awalnya desa ini terdiri atas empat desa. Berdasarkan Maklumat Gubernur DIJ Tahun 1948, keempatnya melebur dalam satu pedesaan. Kirab Bedol Songsong ini menggambarkan perpindahan kantor pemerintahan. Awalnya berada di Dusun Candi Dukuh diusung ke Dusun Ngebel Gede.

Ketua Bedol Songsong Prayitno menuturkan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan. Berawal dari keinginan warga mengenang sejarah berdirinya desa. Sekaligus untuk memperingati 68 tahun berdirinya Desa Sardonoharjo. “Jadi semua elemen masyarakat terlibat dalam kirab ini. Total ada 18 padukuhan yang terlibat,” jelas Prayitno.

Ke depan, kegiatan ini akan digelar secara rutin. Selain pentas seni, akan tampil pula potensi kearifan lainnya. Salah satunya warga binaan yang tergabung dalam usaha mikro kecil menengah.(dwi/din/ong)