RADARJOGJA.CO.ID– Ancungan jempol patur diberikan kepada salah seorang petugas Pos Polisi Sambipitu, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Meski, hanya seorang diri, ia berani mengejar kawanan perampok bersenjata api.

Perampokan ini terjadi di toko berjejaring Alfamart yang buka nonstop 24 jam, Jalan Jogjakarta-Wonosari KM 24, Gunungkidul kemarin (9/12). Seorang penjaga toko terluka karena dianiaya para pelaku.

Selain menodong menggunakan senjata mirip pistol, pelaku juga mengancam penjaga toko dengan parang. Kerugian ditaksir hanya Rp 400 ribu. Sebelum pergi, perampok menggasak beberapa slop rokok, dan permen.

Perampokan yang berlangsung di Alfamart Widoro Kulon, Bunder, Patuk terjadi sekitar pukul 4.00. Aksi pelaku berlangsung cepat. Tak lebih dari lima menit.

Rudiyanto yang mendengar kabar perampokan langsung bergegas menghidupkan sepeda motor. Ia pun sudah mendapati mobil sedan berwarna putih yang dikendarai kawanan perampok melaju dengan cepat ke arah timur, Wonosari.

“Kendaraan saya mendadak mengalami mati mesin. Padahal, kalau bisa jalan bisa kekejar mereka,” sesalnya.

Tak ingin lepas, Rudiyanto mencoba menenangkan diri dan menghubungi anggota kepolisian lain di wilayah Polsek Playen. Namun, petugas kehilangan jejak mobil sedan warna putih yang dicurigai sebagai kendaraan yang digunakan gerombolan perampok.

Dari hasil rekaman kamera CCTV, kejadian itu berawal saat tiga orang pria mengenakan topi dan penutup wajah (masker) masuk secara bersamaan ke dalam toko. Mereka berbagi tugas. Seorang berbilah parang tampak mengamankan situasi.

Sedangkan pelaku yang memegang senjata api mirip pistol mengacungkannya ke arah kasir. Kemudian seorang lainnya mengambil uang dan barang-barang yang diinginkan.

Dua penjaga toko tak berkutik. Mereka adalah Joko Nugroho, 23 dan Novarinda Edi Gvendu, 19.

Saat dipaksa membuka brankas, Joko sempat menjawab jika laci berisi uang terkunci dan tidak bisa dibuka. Mendengar pernyataan tersebut, sontak membuat pelaku kalap dan memukuli Joko.

“Mereka pukul saya sebelum pergi sambil melempar alat penghitung hingga mengenai kepalaku,” ungkapnya sambil menghela nafas. Joko mengaku masih syok dengan peristiwa yang dialaminya. (gun/eri)