RADARJOGJA.CO.ID– Pelayanan di Markas Komando Kepolisian Resort (Polres) Magelang mengalami perubahan. Korps Bayangkara memiliki Gedung Borobudur Monitoring Center (BMC) di Kompleks Mapolres Magelang jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. BMC merupakan bangunan sistem pelayanan masyarakat berbasis IT atau teknologi internet. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah layanan bagi masyarakat terkait pelayanan di Kepolisian.

“BMC, seperti juga Traffic Management Centre (TMC). Namun, lebih luas tidak hanya traffic saja, kejadian bencana alam dan tindak kejahatan juga. Tinggal mendownload saja, masyarakat dapat menggunakan aplikasi ini,” kata Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho.

Zain menjelaskan, sistem penanganan BMC ini adalah bagi anggota yang memiliki posisi terdekat lokasi kejadian, akan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian akan datang tim bantuan teknis. Dengan demikian, dapat mengurangi korban yang fatal, dapat diminimalisir dan cepat ditangani.

“Masyarakat dapat membuat pengaduan secara online terhadap penyimpangan anggota di lapangan,” ungkapnya.

Selain mengadukan polisi yang menyimpang, juga bisa menyangkup semua pelayanan kepolisian. Seperti, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) atau perkembangan penyidikan terkait suatu tindak pidana. Selain itu, juga pelayanan SKCK, SIM, sidik jari, BPKB dapat mendaftar secara online lebih dahulu, sehingga dapat terlayani secara cepat.

“Diharapkan, pelayanan kepolisian dengan mudah diakses masyarakat, cepat ditangani dan lebih transparan serta akuntabel,” harapnya.

Zain juga menyampaikan bahwa, terobosan kreatif ini dalam rangka mengimplementasikan Program Prioritas Kapolri (Program 2). Polres Magelang memanfaatkan teknologi berbasis IT guna meningkatkan pelayanan publik, melalui quick response Polres Magelang terhadap masyarakat yang melapor.

“Ini didukung keberadaan BMC sebagai command center dalam pengendalian operasional. Yang dilengkapi aplikasi Lapor Online, Pengaduan Online, CCTV. Baik di obyek wisata maupun traffic, serta GPS pada mobil patroli yang bisa dimonitor keberadaannya,” jelasnya.(ady/dem)