RADARJOGJA.CO.ID – Gempa bumi yang menerjang Pidie Jaya, Aceh mengundang keprihatinan murid sekolah dasar (SD). Di Gunungkidul, ratusan siswa menggelar doa bersama dan mengumpulkan uang untuk disumbangkan pada sahabat yang tengah tertimpa musibah.

Kegiatan sosial digelar di SD IV Wonosari. Penggalangan dana diawali dengan doa. Bagi pelajar muslim melaksanakan salat gaib, sementara bagi yang beragama nasrani, berdoa dengan cara sendiri. Acara tersebut diisi renungan bersama, sehingga membuat anak-anak bersedih dan meneteskan air mata.

Kepala SD IV Wonosari Eko Pramono mengatakan, kegiatan ini untuk memupuk jiwa sosial anak sekaligus mengajarkan nilai kejujuran. Anak diberikan kebebasan mengambil uang kembalian dalam wadah yang disediakan.

“Silakan anak-anak mau nyumbang berapa,” kata Eko Pramono, di sela acara, Jumat (9/12).

Eko berharap, bencana gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh berskala 6,5 skala richter pada Rabu (6/12) pukul 05.03 tidak hanya sekedar menjadi tontonan, melainkan disikapi dengan aksi nyata.

“Untuk saudara kami yang ada di Pidie Jaya, agar diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan,” ujarnya.

Ditambahkan Eko, kegiatan tersebut sebagai media pembelajaran kepada anak didik untuk berempati dan simpati pada masyarakat yang sedang dilanda musibah. Nanti uang yang terkumpul dari 127 siswa dan 15 guru akan disalurkan melalui palang merah Indonesia (PMI).

“Berapapun uang terkumpul disalurkan.Walau hanya kecil, peran serta dan kepedulian anak-anak inilah yang akan terus dijunjung tinggi,” ucapnya.

Salah seorang murid, Nilna Mahabata Efendi, 11, mengaku prihatin atas bencana yang menimpa sahabat di Aceh. Dalam kesempatan berdoa, ia minta pada Tuhan agar korban diberi ketabahan.

“Semoga uang jajan saya ini bisa dimanfaatkan untuk sahabat saya di Aceh,” kata Nilna.

Di bagian lain, aksi serupa juga berlangsung di sejumlah sekolah di wilayah Gunungkidul. Di antara tujuan, digelarnya doa bersama dan penggalangan dana untuk meringankan beban penderitaan korban gempa di Aceh.(gun/hes)