RADARJOGJA.CO.ID-Perilaku aparat penegak hukum seharusnya bisa menjadi contoh masih masyarakat. Tapi, tidak dengan jaksa Ahmad Muzayyin, seorang jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates.

Setelah pindah dari Sorong, Papua, jaksa ini seperti mendapatkan kesempatan untuk menikmati berbagai hiburan. Termasuk hiburan malam di tempat karaoke di Jalan Magelang.

Akibatnya, Kejati DIJ memberikan sanksi khusus bagi jaksa tersebut. Sebelum dimutasi di Belitung Timur, selama penyelidikan, ia mendapatkan tugas baru. Ia harus mengumandakan azan selama lima waktu di Masjid Kejati DIJ.

Melalui sanksi itu, diharapkan pelaku sadar atas kebiasaan buruk yang dilakukan. “Kalau hiburan di masjid, silakan sampai pagi,” tandas Joko.

Baca juga: Mabuk dengan LC Sampai Aniaya Karyawan Tempat Karaoke, Jaksa Dimutasi
Sanksi ini, lanjut dia, merupakan salah satu penegakan disiplin bagi pegawai di lingkungan kejaksaan. Pihaknya tidak segan-segan menindak pegawai yang tidak berdisiplin. “Kami memiliki sekitar 600 pegawai kejati, tentu tidak mudah pengawasannya,” jelasnya. (bhn/eri)